Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe membuka Gelar Teknologi Tepat Guna dan Penjurian Bekasi PRIDE Award 2026 sebagai upaya memperkuat budaya inovasi dan riset di Kota Bekasi. (Sumber: Dokumentasi Pemerintah Kota Bekasi (Dokpim)).
Galery Foto : Abdul Harris Bobihoe membuka Bekasi PRIDE Award dan Gelar Teknologi Tepat Guna 2026 di Kota Bekasi.
Bekasi PRIDE Award 2026 menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, pelajar, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang aplikatif untuk meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup warga Kota Bekasi. Berikut 5 Pesan Penting Harris Bobihoe dalam Bekasi PRIDE Award 2026
-
-
Bekasi PRIDE Award 2026 resmi dibuka Wakil Wali Kota Bekasi.
-
Inovasi diarahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
-
Pembangunan daerah didorong berbasis data dan riset ilmiah.
-
Posyantek diperkuat sebagai pusat penyebaran teknologi tepat guna.
-
Inovasi terbaik ditargetkan mampu bersaing hingga tingkat nasional.
-
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe membuka Gelar Teknologi Tepat Guna dan penjurian Bekasi PRIDE Award 2026 sebagai upaya memperkuat budaya riset, inovasi, dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan.
Kota Bekasi, Mediarjn.com– Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe secara resmi membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) sekaligus Pembukaan Penjurian Bekasi PRIDE (Bekasi Planning, Research and Innovation Development) Award Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun budaya riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dihadiri Akademisi, Peneliti, hingga Juri Nasional
Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bekasi beserta jajaran, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi dari berbagai perguruan tinggi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, para camat dan lurah se-Kota Bekasi, kepala SMA dan SMK finalis Lomba Teknologi Tepat Guna, pengurus Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), peserta lomba, hingga dewan juri tingkat nasional.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya inovasi daerah.
Bekasi PRIDE Jadi Ruang Kolaborasi Para Inovator
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada Bapperida Kota Bekasi yang dinilai konsisten membangun ekosistem perencanaan, penelitian, dan inovasi melalui penyelenggaraan Bekasi PRIDE Award.
Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai gagasan kreatif serta solusi inovatif terhadap persoalan pembangunan perkotaan.
“Bekasi PRIDE bukan hanya singkatan dari Bekasi Planning, Research and Innovation Development, tetapi juga mencerminkan kebanggaan masyarakat Kota Bekasi sebagai rumah bagi para inovator, peneliti, dan generasi muda yang kreatif,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Pembangunan Harus Berbasis Data dan Riset
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa di tengah pesatnya transformasi digital dan persaingan global, pembangunan daerah tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional.
Ia menilai pemerintah harus mengedepankan evidence-based planning atau perencanaan berbasis data dan riset ilmiah agar setiap kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.
Inovasi Harus Memberikan Dampak bagi Masyarakat
Menurut Abdul Harris Bobihoe, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Inovasi yang baik, kata dia, harus mampu menyelesaikan persoalan publik, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mendorong kesejahteraan warga.
Peserta Diajak Terus Menyempurnakan Inovasi
Wakil Wali Kota mengajak seluruh perangkat daerah, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat untuk memanfaatkan proses penjurian sebagai ruang belajar sekaligus memperoleh masukan dari para ahli.
Melalui evaluasi tersebut, setiap inovasi diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki kualitas yang lebih baik dan siap diterapkan secara luas.
“Kami berkomitmen agar inovasi-inovasi terbaik tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat diterapkan menjadi solusi nyata yang memberikan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Pelajar dan Mahasiswa Didorong Menjadi Inovator Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe juga memberikan motivasi kepada para pelajar dan mahasiswa peserta kompetisi agar terus mengembangkan kreativitas, kepedulian sosial, serta keberanian menciptakan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Juri Nasional Jaga Objektivitas Penilaian
Ia turut mengapresiasi kehadiran para juri tingkat nasional yang dinilai akan menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas proses penilaian.
Melalui proses seleksi yang komprehensif, Pemerintah Kota Bekasi berharap lahir inovasi-inovasi unggulan yang mampu bersaing hingga tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
Peran Posyantek Diperkuat untuk Masyarakat
Selain kompetisi inovasi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat peran Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di tingkat kelurahan sebagai ujung tombak penyebarluasan teknologi tepat guna kepada masyarakat.
Posyantek diharapkan mampu menjadi penghubung antara hasil inovasi dengan kebutuhan riil masyarakat sehingga manfaat teknologi dapat dirasakan secara lebih luas.
Bekasi Targetkan Jadi Kota Berbasis Inovasi
Menutup sambutannya, Abdul Harris Bobihoe berharap Gelar Teknologi Tepat Guna dan Bekasi PRIDE Award 2026 menjadi tonggak penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, pelaku inovasi, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat mewujudkan kota yang maju, adaptif, berbasis riset dan inovasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
(Red)





