BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru Mediarjn.com...
Memuat tanggal dan waktu...
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Avatar Redaksi
Pemkot Bekasi melalui Dinas Sosial mendistribusikan bantuan permakanan Tahun 2026 bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas di Kecamatan Bekasi Timur. (Sumber: Dok Pemerintah Kota Bekasi/Dinas Sosial Kota Bekasi.)

 

Program Permakanan 2026 Pemkot Bekasi menyasar kelompok rentan di Kecamatan Bekasi Timur dengan paket bahan pangan yang disesuaikan berdasarkan kategori penerima manfaat. Berikut 7 Fakta Program Permakanan 2026 Pemkot Bekasi di Bekasi Timur.
  • Pemkot Bekasi menyalurkan program permakanan 2026.
  • Distribusi dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.
  • Penerima manfaat terdiri dari anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
  • Bantuan diberikan dalam bentuk paket bahan pangan.
  • Komposisi paket disesuaikan dengan kategori penerima.
  • Dinsos melibatkan kecamatan dan kelurahan dalam distribusi.
  • Ketepatan sasaran dan pemantauan menjadi bagian penting pelaksanaan program.
Pemkot Bekasi melalui Dinas Sosial menyalurkan Program Permakanan Tahun 2026 di Kecamatan Bekasi Timur. Bantuan menyasar anak, lansia, dan penyandang disabilitas dalam bentuk paket bahan pangan dengan komposisi yang disesuaikan berdasarkan kategori penerima.
Apa yang Perlu Diketahui?
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial melaksanakan Pendistribusian Permakanan Tahun 2026 di Kecamatan Bekasi Timur. Program ini menyasar tiga kelompok penerima manfaat, yakni anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, serta aparatur wilayah. Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert Siagian menekankan pentingnya distribusi yang tertib dan tepat sasaran.

Paket bantuan terdiri atas sejumlah bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kecap, makanan kaleng, biskuit, serta susu yang disesuaikan dengan kategori penerima.

Pelaksanaan program juga menempatkan koordinasi, pendataan, pendampingan, dan pemantauan sebagai bagian penting untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Program Dinas Sosial Kota Bekasi menyasar anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Distribusi melibatkan kecamatan dan kelurahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Bekasi, Mediarjn.com – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial Kota Bekasi melaksanakan Pendistribusian Permakanan Tahun 2026 bagi penerima manfaat di wilayah Kecamatan Bekasi Timur. Program tersebut menyasar kelompok rentan, khususnya anak, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas.

Kegiatan dirangkaikan dengan Apel Gabungan Tingkat Kecamatan Bekasi Timur sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert Siagian, mengatakan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Melalui program permakanan ini, kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.”

Menurut Robert, bantuan tidak hanya dipandang sebagai paket bahan pangan, tetapi juga bagian dari dukungan pemerintah terhadap penerima manfaat yang membutuhkan perhatian sosial.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Dinas Sosial, kecamatan, dan kelurahan agar distribusi berjalan tertib serta diterima masyarakat sesuai sasaran program.

“Kami terus mendorong agar pendistribusian dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata.”

Libatkan Kecamatan dan Kelurahan

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert Siagian, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Juli Hartini, Camat Bekasi Timur Arie Halimatussadiyyah, seluruh lurah se-Kecamatan Bekasi Timur, jajaran aparatur kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Keterlibatan aparatur wilayah menjadi bagian dari koordinasi pendistribusian bantuan. Pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan membantu memastikan pendataan, pendampingan, serta pemantauan penerima manfaat berjalan dengan baik.

Dari sisi pelaksanaan, ketepatan sasaran menjadi salah satu aspek penting dalam program bantuan sosial. Karena itu, koordinasi di tingkat wilayah diperlukan agar bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga benar-benar diterima oleh masyarakat yang masuk dalam kriteria penerima.

Isi Paket Berbeda Berdasarkan Penerima

Bantuan diberikan dalam bentuk paket bahan pangan untuk menunjang kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Untuk kategori anak, setiap paket terdiri atas:

15 liter beras, 1 pcs kecap manis, 1 buah cornet sapi, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 1 dus susu bubuk anak, 1 kaleng biskuit, dan 1 kilogram gula pasir.

Sementara paket untuk kategori lansia terdiri atas:

15 liter beras, 1 pcs kecap manis, 1 buah cornet sapi, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 1 dus susu bubuk lansia, 1 kaleng biskuit, dan 1 kilogram gula pasir.

Adapun paket bagi penyandang disabilitas terdiri atas:

15 liter beras, 1 pcs kecap manis, 1 buah cornet sapi, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 1 kaleng biskuit, dan1 kilogram gula pasir.

Dinsos Dorong Distribusi Tepat Sasaran

Robert mengatakan sinergi dengan kecamatan dan kelurahan diperlukan karena aparatur di tingkat wilayah memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting untuk mendukung proses pendataan dan memastikan penerima manfaat sesuai dengan sasaran program.

Program Permakanan Tahun 2026 di Kecamatan Bekasi Timur pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan distribusi bahan pangan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan sosial bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.

Di sisi lain, pelaksanaan program bantuan sosial tetap membutuhkan pengawasan dan pemantauan agar prinsip tepat sasaran, tertib, transparan, dan akuntabel dapat berjalan dalam setiap tahapan distribusi.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menyatakan komitmennya untuk memperkuat pelayanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *