Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot Ahmad Giri Widodo menjelaskan kondisi pencemaran berat Kali Bekasi yang memengaruhi kualitas air produksi bagi pelanggan. (Sumber: Mediarjn.com).
Pencemaran berat Kali Bekasi berdampak pada proses produksi air bersih Perumda Tirta Patriot. Berikut lima fakta yang perlu diketahui masyarakat mengenai kondisi tersebut.
-
-
Air baku Kali Bekasi dinyatakan tercemar berat.
-
Warna dan bau menjadi kendala utama pengolahan.
-
Perumda mengoptimalkan seluruh proses produksi.
-
Distribusi air bersih dilakukan melalui mobil tangki.
-
Perusahaan meminta maaf kepada seluruh pelanggan.
-
Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot mengungkap pencemaran berat Kali Bekasi membuat proses pengolahan air baku semakin sulit, terutama dalam menghilangkan warna dan bau.
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Perumda Tirta Patriot mengakui penurunan kualitas air yang diterima sebagian pelanggan dipicu oleh pencemaran berat pada air baku Kali Bekasi. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan air minum menghadapi kendala, khususnya dalam menghilangkan warna dan bau air meski berbagai teknologi pengolahan telah dioptimalkan.
Hal itu disampaikan Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot, Ahmad Giri Widodo, saat diwawancarai Mediarjn.com, Kamis (6/8/2026).
Air Baku Berstatus Tercemar Berat
Ahmad Giri Widodo menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan informasi dari instansi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kualitas air baku Kali Bekasi yang menjadi sumber Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bulak Buyung telah masuk kategori tercemar berat.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pengolahan air menjadi jauh lebih kompleks dibanding kondisi normal.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya teknis seperti pre-klorinasi, aerasi, pengoptimalan bahan kimia koagulan hingga penambahan disinfektan sesuai standar. Namun, kendala utama yang masih sulit diatasi adalah warna dan bau air,” ujarnya.
Air Kali Bekasi Berubah Hitam Pekat
Ia mengungkapkan, selama sekitar dua pekan terakhir kualitas air baku terus mengalami penurunan. Awalnya air sungai berwarna kehijauan, kemudian berubah menjadi hitam pekat disertai aroma menyengat.
Meski demikian, Perumda Tirta Patriot memastikan tingkat kekeruhan air hasil produksi masih memenuhi standar. Permasalahan utama saat ini adalah parameter warna yang masih berada di atas ambang batas akibat tingginya kandungan polutan di Kali Bekasi.
“Kami mampu menurunkan tingkat kekeruhan, tetapi warna dan bau masih menjadi tantangan terbesar karena sumber airnya sendiri sudah tercemar sangat berat,” jelasnya.
Distribusi Air Bersih Melalui Mobil Tangki
Sebagai langkah cepat menangani keluhan masyarakat, Perumda Tirta Patriot bersama Pemerintah Kota Bekasi telah mengoperasikan mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan yang terdampak.
Air yang disalurkan diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi dan memasak, sedangkan air dari jaringan perpipaan masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan mandi maupun aktivitas nonkonsumsi.
Pencemaran Dinilai Sudah Melewati Ambang Ideal
Ahmad menegaskan bahwa kondisi air baku Kali Bekasi saat ini sudah berada pada kategori kualitas air kelas IV, padahal idealnya sumber air minum berasal dari kualitas air kelas I.
Menurutnya, apabila kondisi pencemaran tidak segera ditangani dari sumbernya, proses pengolahan air minum akan terus menghadapi keterbatasan.
“Persoalan ini bukan semata-mata kemampuan instalasi pengolahan, tetapi karena kualitas air bakunya memang sudah berada pada kondisi yang sangat buruk,” katanya.
Perusahaan Telah Menyampaikan Informasi kepada Pelanggan
Perumda Tirta Patriot juga menyatakan telah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui Humas perusahaan, media sosial, serta masing-masing zona pelayanan agar pelanggan mengetahui penyebab penurunan kualitas layanan.
Informasi tersebut diberikan sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya menjaga komunikasi dengan pelanggan selama kondisi pencemaran masih berlangsung.
Permohonan Maaf kepada Pelanggan
Menutup keterangannya, Ahmad Giri Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Ia menegaskan seluruh tim produksi terus bekerja maksimal agar kualitas air dapat kembali memenuhi standar pelayanan, sembari berharap kondisi pencemaran Kali Bekasi segera membaik.
“Kami memohon maaf karena belum dapat memberikan pelayanan secara maksimal. Seluruh upaya teknis sudah dilakukan, namun kondisi air baku yang tercemar berat menjadi tantangan terbesar dalam proses pengolahan air minum,” tutupnya. (ADV).
(Red)

