Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Kades Jejalen Jaya evakuasi ODGJ bersama warga ke yayasan sosial

Respons Cepat Pemerintah Desa terhadap Laporan Warga

Kabupaten Bekasi, Mediarjn.com Kepala Desa Jejalen Jaya, Kumpul Sebra, mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi seorang pria tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) dari lingkungan permukiman warga. Penanganan ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat di Kampung Kebon, RT 05 RW 01, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara.

Evakuasi Dilakukan di Permukiman Warga Tambun Utara

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4/2026), setelah warga melaporkan keberadaan pria tersebut yang telah berada di teras rumah salah satu warga selama lebih dari 10 hari. Kondisi ini menimbulkan keresahan sosial dan mendorong warga untuk meminta penanganan dari pemerintah desa.

Keresahan Warga dan Pertimbangan Kemanusiaan

Keberadaan pria yang diduga ODGJ di lingkungan permukiman dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan warga. Namun demikian, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada ketertiban, melainkan juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

“Sebagai kepala desa, saya tidak bisa tinggal diam ketika ada laporan warga. Ini adalah tanggung jawab yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar Kumpul Sebra.

Ia menegaskan bahwa setiap individu, termasuk yang mengalami gangguan kejiwaan, tetap memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.

Evakuasi Humanis Libatkan Warga dan Aparat

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB dengan pendekatan humanis dan penuh kehati-hatian. Kumpul Sebra bersama perangkat desa dan warga setempat terlibat langsung dalam proses tersebut guna memastikan situasi tetap kondusif dan aman.

Pendekatan tanpa kekerasan menjadi prinsip utama dalam penanganan ini, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial terhadap individu yang membutuhkan bantuan.

Tindak Lanjut: Penyerahan ke Yayasan dan Pendampingan Dinas Sosial

Setelah dievakuasi, pria tersebut langsung dibawa ke Yayasan Al-Fajar Berseri yang berlokasi di Desa SumberJaya, Kecamatan Tambun Selatan. Proses ini turut didampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bekasi guna memastikan penanganan lanjutan berjalan sesuai prosedur.

Kepala desa bahkan turun langsung mengantarkan yang bersangkutan ke lokasi yayasan untuk memastikan mendapatkan perawatan yang tepat.

Dampak dan Apresiasi: Lingkungan Kondusif dan Pemerintah Responsif

Langkah cepat Pemerintah Desa Jejalen Jaya mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain mengatasi keresahan, tindakan ini juga mencerminkan kehadiran pemerintah desa yang responsif, humanis, dan peduli terhadap persoalan sosial di lingkungan warga.

Warga berharap penanganan serupa dapat terus dilakukan secara cepat dan tepat dalam menghadapi persoalan sosial lainnya.

Sinergi Ketertiban dan Kemanusiaan

Penanganan ODGJ di Desa Jejalen Jaya menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara ketertiban lingkungan dan nilai kemanusiaan dapat menjadi solusi efektif. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *