Memuat berita terbaru...  

Slider Banner HUT RI 80  
   
(000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan  (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi    
Lahan Aktivitas tambang batu bara di Desa Tani Bhakti yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan dan keluhan warga sekitar.

Aktivitas tambang batu bara di Desa Tani Bhakti diduga memicu kerusakan lingkungan, pencemaran air, dan gangguan keselamatan warga.

Kutai Kartanegara, Mediarjn.com Aktivitas pertambangan batu bara yang dilakukan PT Jahtera di Desa Tani Bhakti RT 09 Blok B menjadi sorotan masyarakat setelah diduga menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang dirasakan langsung oleh warga sekitar. Sabtu, (9/5/26).

Keluhan masyarakat mencakup keretakan rumah, perubahan kualitas air sumur menjadi keruh, hingga penyumbatan aliran sungai di sekitar area pertambangan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung tanpa pengawasan ketat dari pihak terkait.

Rumah Warga Diduga Retak Akibat Aktivitas Tambang

Warga sekitar menyebut keretakan bangunan rumah mulai muncul sejak aktivitas pengerukan dan mobilisasi alat berat berlangsung secara intensif di area tambang.

Getaran yang ditimbulkan kendaraan berat dan aktivitas eksplorasi diduga menjadi faktor utama kerusakan bangunan milik warga yang berada tidak jauh dari lokasi pertambangan.

Masyarakat mengaku khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah apabila tidak segera dilakukan penanganan maupun evaluasi teknis terhadap operasional pertambangan.

Air Sumur Berubah Keruh dan Tidak Layak Digunakan

Selain kerusakan bangunan, warga juga mengeluhkan menurunnya kualitas air sumur yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Air yang sebelumnya jernih kini disebut berubah menjadi keruh dan kotor sehingga tidak lagi layak digunakan untuk konsumsi maupun aktivitas rumah tangga.

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi sedimentasi tanah, limbah aktivitas pertambangan, serta terganggunya sumber mata air akibat perubahan struktur lingkungan di sekitar area tambang.

Aliran Sungai Tersumbat, Warga Khawatir Banjir

Persoalan lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah dugaan penyumbatan aliran sungai di sekitar lokasi tambang akibat tumpukan material tanah dan sedimentasi.

Warga menilai kondisi tersebut berpotensi memicu banjir saat curah hujan tinggi serta mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar.

Selain berdampak terhadap lingkungan, masyarakat juga khawatir gangguan aliran sungai dapat memengaruhi aktivitas pertanian dan kebutuhan air warga di wilayah sekitar.

LSM dan Tokoh Masyarakat Minta Investigasi

Ketua LSM Sergap, M Fahrul Ikhsan, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan tersebut.

Ia meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan adanya tanggung jawab perusahaan terhadap kerusakan lingkungan dan dampak sosial yang dialami masyarakat.

“Kami meminta pihak terkait segera turun tangan melakukan investigasi dan memastikan adanya tanggung jawab perusahaan terhadap dampak lingkungan yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Taufik, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri pertambangan.

Menurutnya, perusahaan wajib bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Warga Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Masyarakat berharap pemerintah daerah, perangkat desa, dan instansi pengawas lingkungan segera mengambil langkah konkret terhadap aktivitas pertambangan PT Jahtera.

Warga meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional tambang, pemulihan lingkungan yang terdampak, serta pemberian kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan yang dialami masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT Jahtera masih dalam upaya konfirmasi terkait dugaan dampak lingkungan yang disampaikan warga sekitar lokasi tambang.


(Red) – (Samsul Daeng Pasomba.PPWI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *