Kepala SMA Negeri 1 Setu mengajak lulusan SMP/sederajat memanfaatkan program SMA Terbuka dengan sistem pembelajaran hybrid yang fleksibel dan gratis. (Sumber: SMA Negeri 1 Setu / Dokumentasi Sekolah).
Mulai dari sistem belajar hybrid, persyaratan pendaftaran, jadwal seleksi, hingga keunggulan ijazah setara SMA reguler. Berikut enam informasi penting mengenai SPMB SMA Terbuka SMAN 1 Setu Tahun Pelajaran 2026/2027.
-
-
Sistem belajar menggunakan konsep hybrid.
-
Pembelajaran fleksibel bagi siswa yang bekerja.
-
Pendaftaran berlangsung 3–9 Agustus 2026.
-
Program tidak dipungut biaya.
-
Ijazah setara dengan SMA reguler.
-
Program SMA Hybrid tanpa biaya membuka kesempatan bagi siswa usia 16–21 tahun melanjutkan pendidikan.
Kab Bekasi, Mediarjn.com – Kabar baik bagi lulusan SMP/sederajat yang belum sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena harus bekerja atau memiliki keterbatasan waktu. SMA Negeri 1 Setu, Kabupaten Bekasi, resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Terbuka Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui sistem SMA Hybrid (SMA Terbuka).
Program ini menjadi solusi pendidikan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pembelajaran maupun legalitas ijazah yang diterima peserta didik.
Kepala SMA Negeri 1 Setu, Ir. Sri Anarusi, M.P., mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut, khususnya bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar namun terkendala kondisi ekonomi, pekerjaan, maupun keterbatasan waktu.
“Bagi anak-anakku yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA tetapi harus bekerja membantu orang tua atau memiliki keterbatasan waktu, kini tidak perlu khawatir. SMA Negeri 1 Setu membuka SMA Terbuka dengan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel,” ujarnya.
Belajar Fleksibel dengan Sistem Hybrid
Program SMA Terbuka bukan merupakan sekolah baru, melainkan bagian dari SMA reguler yang telah ada. Sistem pembelajaran menerapkan konsep hybrid, yaitu kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka, sehingga sebagian besar proses belajar dilakukan secara mandiri dengan dukungan guru serta modul pembelajaran.
Peserta didik juga memiliki keleluasaan mengatur waktu dan tempat belajar sesuai kebutuhan tanpa meninggalkan standar mutu pendidikan nasional.
Selain itu, kurikulum, hak peserta didik, serta ijazah yang diterima memiliki kedudukan yang sama dengan SMA reguler.
Pendaftaran Dibuka 3–9 Agustus 2026
Pendaftaran SPMB SMA Terbuka akan berlangsung mulai 3 hingga 9 Agustus 2026 dengan mendatangi langsung SMA Negeri 1 Setu sebagai sekolah induk.
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:
-
-
Berusia maksimal 21 tahun saat mendaftar.
-
Lulusan SMP/MTs/Paket B atau sederajat.
-
Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di Jawa Barat.
-
Diprioritaskan bagi siswa yang terkendala ekonomi, pekerjaan, kondisi geografis, sosial, atlet, maupun alasan lainnya.
-
Belum menikah.
-
Tidak Dipungut Biaya
Kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga kegiatan belajar mengajar di SMA Terbuka tidak dipungut biaya.
“Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, sehingga jangan sampai keterbatasan waktu atau kondisi ekonomi menjadi penghalang untuk meraih cita-cita,” kata Sri Anarusi.
Jadwal Pelaksanaan SPMB
Pelaksanaan SPMB SMA Terbuka SMAN 1 Setu meliputi beberapa tahapan, yakni:
-
-
20 Juli–2 Agustus 2026: Sosialisasi.
-
3–9 Agustus 2026: Pendaftaran.
-
3–10 Agustus 2026: Verifikasi administrasi.
-
11 Agustus 2026: Pengumuman hasil seleksi.
-
12–13 Agustus 2026: Daftar ulang.
-
14 Agustus 2026: Penyerahan laporan.
-
18–22 Agustus 2026: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
-
Persyaratan Dokumen
Calon peserta diminta menyiapkan sejumlah dokumen, antara lain:
-
-
Fotokopi ijazah atau SKL.
-
Fotokopi rapor Semester 1–6.
-
Fotokopi Kartu Keluarga.
-
KTP orang tua/wali.
-
Kartu NISN.
-
Fotokopi akta kelahiran.
-
Pasfoto ukuran 4×6.
-
SKTM atau kartu PKH/KKS (jika ada).
-
Surat pernyataan bermaterai.
-
Seluruh berkas dikumpulkan sesuai ketentuan sekolah.
Program SMA Terbuka diharapkan menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini terkendala melanjutkan pendidikan formal. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, lulusan tetap memperoleh ijazah setara SMA reguler sekaligus memiliki kesempatan meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan.
(Red)

