BMH
Kondisi salah satu kawasan di wilayah Habornas, Kabupaten Toba, yang mengalami keluhan gangguan jaringan telekomunikasi selama beberapa bulan. (Sumber: Dok warga/Mediarjn.com).
5 Dampak Gangguan jaringan Sinyal Telkomsel yang dikeluhkan warga Habornas berdampak pada komunikasi, pertanian, pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
-
-
Warga Habornas Keluhkan Gangguan Sinyal Telkomsel.
-
Petani Kesulitan Bertransaksi Akibat Jaringan Bermasalah.
-
Sekolah dan Layanan Publik Ikut Terdampak.
-
Warga Minta Telkomsel Turunkan Tim Teknis.
-
Dugaan WiFi Tidak Berizin Diminta Segera Dievaluasi.
-
Gangguan jaringan selama hampir tiga bulan menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Toba, Mediarjn.com – Warga di kawasan Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas), Kabupaten Toba, Sumatera Utara, mengeluhkan memburuknya kualitas jaringan telekomunikasi Telkomsel yang disebut telah berlangsung hampir tiga bulan. Gangguan tersebut dinilai menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Sejumlah warga mengaku kualitas sinyal sering hilang, sehingga layanan telepon maupun internet sulit digunakan. Kondisi tersebut dinilai merugikan pelanggan yang tetap membayar pulsa dan paket data setiap bulan, namun tidak memperoleh layanan secara optimal.
“Kami membeli pulsa dan paket data, tetapi jaringan sering hilang. Mau telepon susah, internet juga tidak bisa dipakai. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan,” ujar salah seorang warga kepada Mediarjn.com.
Aktivitas Ekonomi Petani Ikut Terdampak
Gangguan jaringan disebut berdampak langsung terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Habornas.
Komunikasi antara petani dengan penampung hasil panen (toke) menjadi terganggu akibat sinyal yang kerap hilang. Akibatnya, informasi mengenai harga pasar, transaksi jual beli, hingga distribusi hasil pertanian tidak dapat berjalan secara maksimal.
Warga khawatir kondisi tersebut akan memengaruhi roda perekonomian masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Pendidikan dan Layanan Publik Terhambat
Tidak hanya sektor ekonomi, dunia pendidikan dan pelayanan pemerintahan juga ikut terdampak.
Para pelajar mengalami kesulitan mengakses materi pembelajaran berbasis internet, sementara sejumlah pelayanan administrasi pemerintahan yang telah memanfaatkan sistem digital ikut mengalami hambatan akibat buruknya kualitas jaringan.
“Kami sangat dirugikan. Di era digital seperti sekarang, jaringan telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan utama. Kalau terus seperti ini, masyarakat yang menjadi korban,” kata warga lainnya.
Warga Soroti Dugaan WiFi Tidak Berizin
Selain meminta perbaikan jaringan, masyarakat juga menyoroti maraknya pemasangan jaringan WiFi yang diduga beroperasi tanpa izin resmi di wilayah Habornas.
Menurut warga, keberadaan jaringan tersebut diduga ikut memengaruhi kualitas sinyal seluler di sejumlah kawasan permukiman. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan verifikasi dari instansi yang berwenang.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama regulator telekomunikasi dapat melakukan pengecekan dan penertiban apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
Warga Minta Telkomsel Lakukan Evaluasi
Masyarakat Habornas mendesak Telkomsel segera mengirimkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur jaringan, termasuk perangkat Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi di wilayah tersebut.
Warga berharap gangguan yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Telkomsel mengenai penyebab gangguan jaringan yang dikeluhkan warga di kawasan Habornas.
(Red)

