Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Wamenhub Suntana dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri ground breaking Stasiun Extension Bekasi. (Sumber: Dokpim Pemkot Bekasi)
Galery Foto: Ground breaking Stasiun Extension Bekasi bersama Menko AHY, Wamenhub Suntana, dan Wakil Wali Kota Bekasi.
Berikut lima fakta penting pembangunan Stasiun Extension Bekasi yang akan memperkuat konektivitas transportasi, mendukung konsep TOD, serta mempercepat transformasi Kota Bekasi menjadi kota metropolitan modern.
-
-
Bekasi percepat pembangunan kawasan TOD.
-
Ground breaking Stasiun Extension Bekasi resmi dimulai.
-
AHY apresiasi kolaborasi pembangunan transportasi modern.
-
Harris Bobihoe: Bekasi kini menjadi kota tujuan, bukan sekadar kota penyangga.
-
Infrastruktur modern dorong investasi dan pertumbuhan ekonomi Bekasi.
-
Pemkot Bekasi dukung pembangunan Stasiun Extension dan kawasan TOD untuk memperkuat konektivitas kota.
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Kota Bekasi terus menunjukkan transformasinya sebagai kota metropolitan modern yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan ground breaking pembangunan Stasiun Kereta Api Extension Bekasi yang diinisiasi oleh Summarecon bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Prosesi peletakan batu pertama tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Bekasi Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis
Perkembangan Kota Bekasi dalam beberapa tahun terakhir dinilai berlangsung sangat pesat. Dari yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta, kini Bekasi berkembang menjadi salah satu kota metropolitan dengan pertumbuhan infrastruktur, kawasan bisnis, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pusat gaya hidup yang terus meningkat.
Transformasi tersebut menjadikan Bekasi semakin kompetitif sebagai kawasan hunian sekaligus tujuan investasi di wilayah Jabodetabek.
Stasiun Extension Perkuat Konektivitas Kota
Pembangunan Stasiun Extension Bekasi menjadi bagian penting dalam pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan hunian, bisnis, dan ruang publik.
Melalui konsep tersebut, masyarakat nantinya dapat menikmati akses yang lebih mudah menuju jaringan KRL Commuter Line, sehingga mobilitas menjadi lebih cepat, efisien, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Pemkot Bekasi Dukung Modernisasi Transportasi
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi pembangunan kawasan TOD yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi Kota Bekasi.
Menurutnya, modernisasi transportasi publik melalui penguatan layanan KRL Commuter Line, LRT, jaringan jalan tol, hingga integrasi antarmoda telah mengubah pola mobilitas masyarakat.
“Akses yang semakin mudah membuat Bekasi tidak lagi dipersepsikan sebagai sekadar lokasi tinggal bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta. Kota ini juga telah berkembang menjadi tujuan untuk menetap, beraktivitas, dan berinvestasi. Bumi Patriot kini telah bertransformasi menjadi kota metropolis modern yang semakin terkoneksi,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
TOD Jawab Tantangan Urbanisasi
Konsep Transit Oriented Development (TOD) dinilai menjadi solusi atas tantangan urbanisasi yang terus berkembang di Kota Bekasi.
Model pengembangan kawasan ini mengintegrasikan hunian vertikal, area komersial, fasilitas publik, serta transportasi massal dalam satu kawasan yang mudah dijangkau masyarakat.
Selain meningkatkan efisiensi perjalanan, TOD juga diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta mendukung pengurangan emisi karbon melalui sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pembangunan Stasiun Extension Bekasi menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur perkotaan.
Pemerintah Kota Bekasi berharap proyek ini mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai investasi, sekaligus memperkuat posisi Bekasi sebagai kota metropolitan modern yang nyaman dihuni dan memiliki konektivitas tinggi.
(Red)





