Foto: Alister Bersama Dinas Pertanian Kabupaten Toba memberikan pelatihan kepada 106 petani di Kabupaten Toba tentang cara aman menggunakan pestisida dan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Direktur Eksekutif Alister, Syafrizal: Petani harus memahami risiko pestisida agar terhindar dari dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan.
Toba, Mediarjn.com – Asosiasi perusahaan pestisida yang tergabung dalam Alister terus memperluas edukasi penggunaan pestisida secara aman kepada petani di berbagai daerah Indonesia. Sebanyak 106 petani di Kabupaten Toba mengikuti pelatihan penggunaan pestisida aman yang diselenggarakan Alister bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penggunaan pestisida secara benar, aman, dan bertanggung jawab guna mengurangi risiko terhadap kesehatan maupun lingkungan.
Direktur Eksekutif Alister, Syafrizal, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 yang mewajibkan pengguna pestisida terbatas mengikuti pelatihan sebelum menggunakan produk tersebut di lapangan.
Wawancara ekslusif oleh Hisar Pardomuan, Jurnalis Senior sekaligus Pimpinan Redaksi Mediarjn.com, di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026).
Menurut Syafrizal, pelatihan diberikan kepada para pengguna pestisida terbatas, termasuk herbisida berbahan aktif paraquat diklorida. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penggunaan pestisida yang benar guna meminimalkan risiko terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan.
“Pada prinsipnya, pestisida merupakan bahan yang harus digunakan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Karena itu, pengguna wajib mendapatkan pelatihan terlebih dahulu,” ujar Syafrizal.
Ia menjelaskan bahwa peserta yang telah mengikuti pelatihan akan memperoleh Surat Keterangan Pelatihan yang berlaku secara nasional dan berlaku seumur hidup sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah mendapatkan edukasi mengenai penggunaan pestisida secara aman.
Edukasi Keselamatan Jadi Fokus Utama
Syafrizal menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan bukanlah mendorong penjualan produk pestisida, melainkan meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya keselamatan kerja dalam penggunaan bahan kimia pertanian.
Menurutnya, pestisida merupakan zat yang harus dikelola secara benar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna maupun lingkungan sekitar.
“Yang kami dorong adalah peningkatan pengetahuan petani mengenai cara penggunaan yang aman dan sesuai ketentuan. Fokus kami adalah edukasi dan kepatuhan terhadap regulasi,” katanya.
Libatkan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan

Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian di tingkat kabupaten dan kota sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019.
Selain itu, Alister juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan untuk memberikan materi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan akibat pestisida, penanganan paparan bahan kimia, serta langkah-langkah keselamatan kerja di lapangan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman petani terhadap risiko penggunaan pestisida sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor pertanian.
Alister Beranggotakan 65 Perusahaan
Alister merupakan asosiasi yang menghimpun perusahaan-perusahaan pemegang bahan aktif paraquat diklorida di Indonesia. Saat ini terdapat 65 perusahaan yang tergabung sebagai anggota.
Meski menggunakan bahan aktif yang sama, masing-masing perusahaan memiliki merek dagang yang berbeda. Karena itu, dalam setiap kegiatan pelatihan Alister tidak diperkenankan mempromosikan atau menyebutkan merek tertentu agar tetap menjaga netralitas kegiatan edukasi.
Sumatera Utara Jadi Wilayah Prioritas
Khusus di Sumatera Utara, Alister telah melaksanakan pelatihan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Toba dan Kota Tebing Tinggi. Hingga saat ini, sekitar 12 kabupaten di provinsi tersebut telah menerima program pelatihan serupa.
Beberapa wilayah bahkan telah mendapatkan pelatihan lebih dari satu kali karena tingginya aktivitas pertanian dan penggunaan herbisida di daerah tersebut.
Dorong Petani Gunakan APD
Salah satu materi penting dalam pelatihan adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan penyemprotan pestisida.
Syafrizal mengakui masih terdapat petani yang belum menggunakan APD secara optimal. Padahal penggunaan sarung tangan, masker, pelindung mata, sepatu kerja, dan perlengkapan keselamatan lainnya dapat mengurangi risiko paparan bahan kimia berbahaya.
“Kami berharap semakin banyak petani yang memahami pentingnya keselamatan kerja sehingga penggunaan pestisida menjadi lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
Sejak berdiri pada tahun 2015, Alister terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas petani melalui program pelatihan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menciptakan praktik pertanian yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.
(Wawancara Ekslusif: Hisar Pardomuan | Jurnalis Senior & Pimpinan Redaksi Mediarjn.com)

