Memuat berita terbaru...  

Slider Banner HUT RI 80  
   
(000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan  (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi    
Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI saat membuka BPA Fair 2026 di Jakarta bersama pejabat Kejaksaan dan perwakilan Himbara.

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI dorong transparansi dan percepatan pemulihan aset melalui 308 aset lelang.

JakartaMediarjn.com – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI resmi membuka gelaran BPA Fair 2026 di Kantor Badan Pemulihan Aset, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam transformasi pengelolaan barang rampasan negara dengan mengedepankan prinsip transparansi, integritas, dan akselerasi pemulihan aset hasil tindak pidana.

Kepala BPA Tegaskan Transformasi Pengelolaan Aset Negara

Pembukaan BPA Fair 2026 dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pemulihan Aset, Dr. Kuntadi, yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelelangan biasa, melainkan simbol komitmen institusi Kejaksaan dalam membangun tata kelola aset negara yang profesional dan akuntabel.

“Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara. Penyelenggaraan BPA Fair ini didasari oleh tiga pilar utama yakni transparansi, integritas, dan akselerasi penyelesaian aset,” ujar Kuntadi dalam pidato pembukaannya.

Target 308 Aset dan 245 Lot Lelang

Dalam penyelenggaraannya, BPA Fair 2026 menargetkan pelelangan sebanyak 308 aset dalam 245 lot dengan sasaran minimal 75 persen aset terjual. Langkah tersebut dilakukan agar aset hasil rampasan negara dapat memberikan manfaat optimal bagi keuangan negara sekaligus mendukung rasa keadilan masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kejaksaan RI untuk mempercepat penyelesaian barang rampasan negara agar tidak mengalami penurunan nilai ekonomi akibat terlalu lama berada dalam proses administrasi.

Nilai Lelang Melonjak Tajam di Sejumlah Aset Strategis

Sejak rangkaian pre-event launching yang dimulai pada 22 April 2026, proses pelelangan telah mencatat sejumlah capaian signifikan. Salah satu aset berupa tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, berhasil terjual sebesar Rp32,27 miliar dari nilai limit Rp6,87 miliar atau meningkat hingga 460 persen dari harga dasar.

Selain itu, lelang minyak dengan nilai limit Rp879,08 miliar tercatat terjual sebesar Rp914,58 miliar. Sementara itu, aset tanah di Benoa, Bali, juga mengalami kenaikan nilai jual dari Rp4,80 miliar menjadi Rp5,06 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap aset negara yang dilelang secara terbuka dan profesional.

Antusiasme Publik Terus Meningkat

Tingginya capaian lelang tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap sistem pelelangan aset negara yang dinilai lebih terbuka dan kredibel.

Antusiasme masyarakat terhadap BPA Fair 2026 juga terlihat dari tingginya angka partisipasi publik. Hingga saat ini tercatat sebanyak 104.200 pengunjung telah mengakses website BPA Fair 2026. Selain itu, terdapat 3.400 pendaftar visitor dan sekitar 100 peserta baru yang membuka akun lelang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Tidak hanya itu, sebanyak 400 peserta lelang telah menyetor uang jaminan lelang, yang menunjukkan peningkatan serious potential buyer hingga 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sinergi Kejaksaan, DJKN, dan Himbara

Kepala BPA turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atas sinergi yang dinilai berhasil menjaga mekanisme pelelangan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi negara melalui optimalisasi aset rampasan.

“Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini merupakan kontribusi nyata bagi negara. Semakin banyak aset yang terjual, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dikembalikan kepada negara,” tambahnya.

BPA Fair Diharapkan Jadi Standar Baru Pengelolaan Barang Rampasan

Kuntadi menegaskan bahwa BPA Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial atau capaian institusional semata, tetapi juga menjadi standar baru dalam pengelolaan barang rampasan negara yang modern, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan aset bukan hanya diukur dari nilai ekonomi yang berhasil dikembalikan kepada negara, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik terhadap proses hukum dan tata kelola aset negara.

“Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi negara, menjadi titik tolak transformasi nyata Badan Pemulihan Aset, serta menjadi bukti bahwa barang rampasan dikelola dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Kepala BPA.

Sejumlah Pejabat Tinggi Hadiri Pembukaan BPA Fair 2026

Acara pembukaan BPA Fair 2026 turut dihadiri oleh Todotua Pasaribu, Prof. Dr. Rudi Margono, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Direktur Lelang Kementerian Keuangan Dr. Syukriah HG., serta jajaran direksi bank-bank Himbara seperti BNI, Bank Mandiri, BRI, BSI, dan BTN.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *