Ketua DPC GMNI Kota Bekasi menyampaikan kecaman terhadap insiden kecelakaan kendaraan operasional MBG di Bekasi Timur.
Kecelakaan maut kendaraan operasional MBG di Bekasi Timur picu kritik terhadap pengawasan dan SOP program.
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Insiden kecelakaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menewaskan seorang pedagang UMKM di wilayah Bekasi Timur memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi secara tegas mengecam aksi ugal-ugalan pengemudi kendaraan operasional MBG yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan program nasional tersebut.
Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas Tamba, menyatakan bahwa tragedi tersebut menjadi sinyal serius bahwa pelaksanaan program unggulan pemerintah masih menyisakan berbagai persoalan mendasar, khususnya dalam aspek keselamatan operasional dan tata kelola di lapangan.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus dievaluasi dari program MBG. Program sebesar ini seharusnya memiliki pengawasan dan SOP yang benar-benar matang,” ujar Nicolas Tamba kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Soroti Tata Kelola dan Beban Anggaran Negara
Menurut Nicolas, program MBG yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto memang memberikan manfaat bagi sebagian masyarakat. Namun di sisi lain, implementasinya dinilai perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Ia menyoroti besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk program tersebut di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan.
“Program ini menggunakan anggaran triliunan rupiah dari APBN. Maka pelaksanaannya harus profesional, tepat sasaran, dan tidak boleh membahayakan masyarakat,” tegasnya.
GMNI Kota Bekasi juga menilai kebijakan refocusing anggaran demi mendukung program MBG perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil di setiap daerah. Menurutnya, tidak semua wilayah memiliki tingkat urgensi yang sama terhadap program makan gratis tersebut.
Kecelakaan Dinilai Akibat Lemahnya Pengawasan
DPC GMNI Kota Bekasi menilai insiden maut yang menewaskan seorang warga tersebut tidak dapat dipandang sebagai kecelakaan biasa semata, melainkan bagian dari lemahnya sistem pengawasan operasional kendaraan distribusi MBG.
Nicolas menyebut kelalaian dalam pengawasan armada dan petugas operasional dapat berdampak fatal terhadap keselamatan masyarakat.
“Hari ini ada anak yang kehilangan orang tuanya akibat kelalaian operasional. Ini tentu menjadi duka mendalam yang tidak boleh dianggap sepele,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program nasional berskala besar semestinya didukung standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari perekrutan pengemudi, pengawasan kendaraan, hingga sistem distribusi di lapangan.
GMNI Akan Investigasi Dugaan Konflik Kepentingan
Selain mendesak evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, GMNI Kota Bekasi juga menyatakan akan melakukan investigasi terhadap tata kelola dapur MBG dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasional program tersebut.
Nicolas menyoroti adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum pejabat publik dalam bisnis pengelolaan dapur MBG yang menurutnya perlu diawasi secara transparan untuk mencegah konflik kepentingan.
“Kami akan menyuarakan persoalan ini kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Badan Gizi Nasional. Semua pihak yang mendapatkan keuntungan dari program ini harus bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi,” ujarnya.
Dorongan Evaluasi Menyeluruh
Peristiwa kecelakaan kendaraan operasional MBG di Bekasi Timur kini berkembang menjadi perhatian publik yang lebih luas. Selain menyangkut keselamatan masyarakat, kasus tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai efektivitas, pengawasan, serta akuntabilitas program berbasis anggaran besar tersebut.
Berbagai elemen masyarakat mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional MBG agar program sosial nasional itu tetap berjalan sesuai tujuan tanpa mengorbankan keselamatan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola operasional MBG terkait insiden kecelakaan tersebut.
(Red)

