Potret Syahrul Ramdoni calon anggota BPD Desa SumberJaya Tambun Selatan saat menunjukkan no urut 1 dan menyampaikan komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Berbekal pengalaman organisasi dan kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih, Syahrul Ramdoni dorong pemerintahan desa yang transparan dan berpihak pada masyarakat.
Tambun Selatan, Mediarjn.com – Kontestasi pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa SumberJaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai diwarnai hadirnya figur-figur muda yang membawa gagasan perubahan dan semangat pembaruan tata kelola desa. Salah satu sosok yang menjadi perhatian masyarakat adalah Syahrul Ramdoni.
Pria yang maju sebagai Calon Anggota BPD Desa SumberJaya nomor urut 1 dari Dusun III tersebut menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat serta memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Komitmen Mengawal Hak dan Aspirasi Warga

Menurut Syahrul, keberadaan BPD harus menjadi ruang perjuangan masyarakat dalam mengawal kebijakan desa agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat kecil. Ia menilai, setiap regulasi dan program desa perlu dibangun melalui prinsip keterbukaan, keadilan, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.
“BPD merupakan tempat untuk memastikan hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Setiap aturan desa harus mampu memberikan perlindungan dan kebermanfaatan bagi warga,” ujar Syahrul, Sabtu (15/5/2026).
Pengalaman Organisasi dan Dunia Perbankan
Dalam perjalanan organisasinya, Syahrul diketahui memiliki pengalaman di bidang perbankan serta aktif dalam organisasi kampus semasa kuliah. Saat ini, ia juga tercatat sebagai pengurus Yayasan Alfajar Berseri serta menjabat Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih Desa SumberJaya.
Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa, khususnya dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif dan akuntabel.
Dorong Musyawarah Desa yang Transparan

Syahrul menegaskan, dirinya ingin menghadirkan perubahan yang konstruktif di Desa SumberJaya melalui forum-forum musyawarah desa yang sehat dan terbuka. Ia berharap setiap aspirasi dari tingkat RT dan RW dapat diperjuangkan hingga terealisasi dalam program pembangunan desa.
“Perubahan yang kuat hanya dapat diwujudkan ketika seseorang diberikan ruang berpikir dan bertindak secara independen tanpa tekanan dari pihak manapun,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya budaya musyawarah yang transparan dalam setiap proses pengambilan keputusan di tingkat desa. Menurutnya, kebijakan desa harus lahir dari kepentingan bersama, bukan karena dorongan kelompok tertentu.
“Kebijakan desa harus dibangun melalui musyawarah yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan berdasarkan kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.
Generasi Muda Dinilai Bawa Energi Baru
Majunya generasi muda dalam pemilihan anggota BPD dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan demokrasi desa. Kehadiran figur muda dengan pengalaman organisasi dan kepedulian sosial diharapkan mampu membawa energi baru dalam pengawasan pembangunan serta penguatan aspirasi masyarakat di tingkat desa.
Penulis: Boy Hutasoit

