Sekretaris Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati. Menegaskan Pengangguran Kota Bekasi meningkat berdasarkan data BPS dan Disnaker
Fraksi Golkar DPRD Soroti Evaluasi Kinerja Pemkot
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi menyampaikan catatan kritis terhadap hasil evaluasi kinerja Pemerintah Kota Bekasi, khususnya terkait tingginya angka pengangguran yang terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bekasi Tahun 2025.
Sekretaris Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan merupakan isu strategis yang memerlukan penanganan segera dan terukur.
Pengangguran Dinilai Sebagai Masalah Krusial Daerah
Tingginya angka pengangguran dinilai tidak cukup direspons melalui pemaparan data semata, melainkan membutuhkan kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat program pelatihan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Tanti dalam keterangannya.
Menurutnya, jika tidak ditangani secara serius, kondisi ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Kami menegaskan bahwa Pemerintah Daerah harus lebih proaktif dalam menciptakan lapangan kerja baru, maupun memperkuat program pelatihan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Tanti dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/04/2026).
Dorongan Strategi Aktif dan Terintegrasi
Fraksi Golkar mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan strategi yang lebih komprehensif, termasuk memperluas peluang kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang relevan.
Selain itu, perhatian khusus juga perlu diberikan kepada generasi muda produktif agar memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi dan kemandirian finansial.
“Penanganan pengangguran dan pemberdayaan pemuda harus dilakukan secara efektif demi masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.
Data: Fakta Statistik Pengangguran Kota Bekasi
Berdasarkan data resmi dari Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi yang selaras dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi tahun 2025, angka pengangguran di Kota Bekasi tercatat mencapai 105.565 orang.
Dari total 1.350.395 angkatan kerja, sebanyak 1.244.830 orang telah terserap dalam dunia kerja. Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja.
Ancaman terhadap Stabilitas Ekonomi dan Sosial
Stagnasi dalam pembukaan lapangan kerja berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah serta menurunkan optimisme masyarakat terhadap kinerja birokrasi.
Kondisi ini juga menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap ekosistem ketenagakerjaan, termasuk peran investasi swasta, optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Perlu Akselerasi Kebijakan dan Kolaborasi
Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi menegaskan bahwa penanganan pengangguran harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dibutuhkan langkah strategis, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk menciptakan lapangan kerja yang inklusif.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi secara menyeluruh.
(Adv)

