Ketua Umum YBH Api , Mastaria Manurung
Kota Bekasi, – Mediarjn.com – Isu perundungan (bullying) yang sempat menjadi perhatian publik di SMA Negeri 2 Kota Bekasi, Yayasan Bantuan Hukum Anak dan Perempuan Indonesia (YBH API) mengambil langkah responsif sebagai wujud kepedulian terhadap perlindungan hak anak dan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman serta kondusif.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan bersama perwakilan guru SMAN 2 Kota Bekasi, dan ibu Tety Sugiarti ( Bendahara Umum YBH API ) pihak sekolah menyampaikan bahwa kasus tersebut telah ditangani melalui proses mediasi yang bijaksana antara siswa yang terlibat.
Saat ini, situasi di lingkungan sekolah dilaporkan telah kembali kondusif, dan kegiatan belajar mengajar berjalan normal seperti sediakala.
Meski demikian, YBH API menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Kesadaran kolektif dari seluruh elemen pendidikan dinilai sangat penting guna mencegah terulangnya kasus serupa, baik di tingkat SMA maupun SMK.
Pendidikan karakter serta pemahaman mendalam mengenai bahaya bullying perlu terus ditanamkan secara berkelanjutan agar tercipta budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Ketua Umum YBH API, Mastaria Manurung, menyampaikan keprihatinannya atas masih terjadinya tindakan perundungan di lingkungan pendidikan.
“Saya sangat menyayangkan apabila masih terjadi bullying di sekolah. Padahal, sekolah merupakan tempat kedua setelah keluarga yang seharusnya memberikan rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan bagi anak,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia juga mengimbau kepada kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama agar meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap peserta didik.
“Kami berharap pengawasan dapat lebih ditingkatkan. Mari bersama menjaga dan melindungi anak-anak didik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mastaria menegaskan bahwa peran Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan sangat strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus perundungan. Ia mendorong adanya penguatan sosialisasi serta pembinaan secara berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang baik antara sekolah, yayasan, dan dinas terkait, kita optimistis dapat mewujudkan dunia pendidikan di Kota Bekasi yang sehat, aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tutupnya.
Sumber : YBH Api
Boy Hutasoit

