Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

SYS & Partner Law Firm Pertanyakan Proses Hukum Pengusaha Diduga Lalai K3 Yang Mengakibatkan Anak Meninggal di Tambun Selatan

https://mediarjn.com/wp-content/uploads/2024/02/IMG_20240227_231021.jpg

Bekasi – Hani Siswadi, SH., M.Si., Managing Partner SYS & Partner Law Firm angkat bicara terkait kasus tewasnya seorang anak di proyek pembangunan Perumahan TPC desa Tridayasakti Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa (27/2/2024).

Hani Siswadi mengecam kelalaian pihak pengembang yang diduga kuat menjadi penyebab tragedi tersebut.

Hani juga menegaskan kasus ini bukan hanya soal permintaan maaf dan uang duka saja kepada keluarga korban. Namun juga menuntut kejelasan proses hukum dan perkembangan penanganannya oleh pihak Polsek Tambun.

“Ini menyangkut nyawa, dan nyawa tidak bisa dinilai dengan uang. Harus ada pertanggungjawaban hukum dari pihak pengembang,” tegasnya.

Sebab ketidaktegasan aparat penegak hukum dalam hal penanganan kasus ini akan menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama warga Tambun Selatan.

“Aksi diam Kapolsek Tambun dan Kanit Reskrim menjadi tanda tanya besar. Ada apa?” herannya.

Hani Siswadi juga berharap Kapolres Metro Kabupaten Bekasi Kombes Twedy untuk memberi perhatian serius terhadap kasus ini.

“Sebab saya ingin memastikan agar kasus serupa tidak terulang kembali dan mosi tidak percaya masyarakat kepada Polri dapat ditepis,” tuntas Hani Siswadi.

Sementara sampai berita ini tayang, Hisar Pardomuan Pimred mediarjn.com menyatakan bahwa masih belum ada kejelasan dari Polsek Tambun, padahal Kapolres Kombes Pol Twedy sudah mengatensi.

“Beberapa kali awak media mediarjn.com menghubungi pihak Polsek untuk minta kejelasan terkait kasus ini, tapi hanya dibalas dengan janji-janji saja,” kata Hisar.

“Bahkan Kanit Reskrim Polsek Tambun tidak berada di tempat ketika kami hadir memenuhi undangannya untuk konfirmasi langsung ke kantornya tanpa ada penjelasan,” tuntas Hisar.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *