Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi menggunakan transportasi umum dalam mendukung program Jumat Tanpa BBM
Komitmen DPRD Dukung Kebijakan Hemat Energi
Kota Bekasi, – Mediarjn.com – Pemandangan berbeda terlihat dari aktivitas Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, yang memilih meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan transportasi umum, termasuk ojek, untuk berangkat ke kantor.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan “Jumat Tanpa BBM” yang digagas oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka mendorong efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak.
Sinergi dengan Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari instruksi Tri Adhianto yang juga diiringi dengan penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur pemerintah.
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berupaya menekan penggunaan energi fosil sekaligus mendorong perubahan pola kerja yang lebih fleksibel dan berbasis efisiensi.
Pilihan Transportasi Fleksibel dan Kontekstual
Dalam keterangannya, Sardi menegaskan bahwa penggunaan moda transportasi dilakukan secara situasional, dengan mengutamakan transportasi umum atau alternatif ramah lingkungan.
“Mobilitas ke kantor bisa menggunakan ojek, diantar ajudan, atau transportasi umum lainnya. Intinya, kita mendukung penggunaan moda yang lebih hemat energi,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Dorongan Adaptasi bagi Seluruh Anggota DPRD
Sebagai representasi lembaga legislatif, Sardi juga mengajak seluruh anggota DPRD Kota Bekasi untuk mulai menyesuaikan pola mobilitas mereka, meskipun tetap mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak tempuh tempat tinggal masing-masing.
Bagi anggota dewan yang berdomisili dekat, penggunaan sepeda menjadi opsi yang dianjurkan. Sementara itu, kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik atau hybrid dapat menjadi alternatif bagi yang memiliki jarak tempuh lebih jauh.
Efisiensi Energi sebagai Strategi Penguatan APBD
Lebih lanjut, Sardi menekankan bahwa gerakan hemat energi ini memiliki implikasi strategis terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, upaya efisiensi energi berkontribusi dalam menjaga stabilitas fiskal daerah dan mencegah potensi defisit anggaran yang dapat berdampak luas terhadap pelayanan publik.
“Penghematan energi ini bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan anggaran agar tetap sehat dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Teladan dari Kepala Daerah dalam Implementasi Kebijakan
Sebelumnya, kebijakan ini juga telah dicontohkan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menggunakan sepeda dari kediamannya di kawasan Kemang Pratama menuju perkantoran Pemerintah Kota Bekasi pada Jumat (10/04/2026).
(ADV)

