Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Sekber Gokesu dan Pimpinan Gereja di Sumut Tegaskan Perlawanan terhadap Kejahatan Ekologis


MEDAN, Mediarjn.com  Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatera Utara (Sekber Gokesu) menggelar perayaan Bona Taon di Jetun Silangit, Jumat (10/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan sikap gereja-gereja di Sumatera Utara dalam melawan berbagai bentuk kejahatan ekologis yang terus terjadi dan dibiarkan.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.000 peserta, terdiri dari para pimpinan gereja di Sumatera Utara, antara lain Ephorus HKBP, Ephorus HKI, Ephorus GKPS, serta perwakilan GKPI melalui Sekretaris Jenderal. Turut hadir pula perwakilan Keuskupan Agung Medan melalui Vikaris Episkopal, organisasi mahasiswa, komunitas masyarakat adat, serta berbagai organisasi masyarakat sipil.

Ketua Umum Sekber Gokesu, Pastor Walden Sitanggang, dalam pernyataannya menegaskan bahwa gereja tidak dapat tinggal diam menyaksikan kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat aktivitas perusahaan-perusahaan perusak alam yang seolah mendapat perlindungan, serta adanya pembiaran oleh negara.

Ia menegaskan, bencana yang berulang di Sumatera Utara bukanlah semata-mata takdir, melainkan dampak nyata dari eksploitasi alam yang berlebihan.

“Kerusakan ini lahir dari keserakahan yang dilegitimasi oleh kebijakan. Gereja berdiri bersama rakyat dan masyarakat adat untuk menghentikan perusakan rumah bersama kita, yaitu bumi,” tegas Pastor Walden.

Dalam kesempatan itu, Sekber Gokesu juga mengumumkan rencana aksi damai yang akan digelar pada 27 Januari 2026 di depan Istana Presiden Republik Indonesia. Pada momentum tersebut, Sekber Gokesu bersama pimpinan gereja di Sumatera Utara akan menyerahkan pernyataan sikap resmi yang berisi tuntutan, salah satunya agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup secara permanen.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pemulihan lingkungan, Sekber Gokesu turut menyerahkan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Langkah ini menjadi simbol komitmen gereja dan elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya memulihkan alam yang telah rusak.

Melalui kegiatan ini, Sekber Gokesu berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral bersama, serta menjadi panggilan iman untuk melindungi kehidupan generasi hari ini dan masa depan.


BMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *