Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Hj. Sri Enny Mainarty, menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meski rumah sakit menghadapi penyesuaian anggaran. (Sumber Foto: Humas RSUD Kabupaten Bekasi / Mediarjn.com)
5 Langkah RSUD Kabupaten Bekasi Menjaga Pelayanan di Tengah Penyesuaian Anggaran
-
-
Keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
-
Menyusun RBA dengan anggaran berimbang.
-
Menjamin ketersediaan obat dan logistik medis.
-
Memastikan pelayanan darurat tetap berjalan.
-
Memperkuat koordinasi penagihan dan tata kelola keuangan.
-
Direktur RSUD Kabupaten Bekasi menegaskan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas di tengah penyesuaian anggaran.
BEKASI, MEDIARJN.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah penyesuaian anggaran yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Manajemen rumah sakit menegaskan seluruh kebijakan anggaran disusun dengan mengutamakan keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan publik.
Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Hj. Sri Enny Mainarty, mengatakan pihaknya telah mengambil berbagai langkah strategis untuk menghadapi dinamika anggaran, termasuk penurunan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan.
“Seluruh kebijakan penganggaran yang kami ambil senantiasa menempatkan keselamatan pasien dan kelangsungan pelayanan publik sebagai prioritas tertinggi. RSUD Kabupaten Bekasi berkomitmen menyeimbangkan kepatuhan administratif dengan kewajiban utama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Sri Enny saat ditemui di kantornya, Kamis (16/7/2026).
RBA Disusun untuk Menjaga Pelayanan Tetap Berjalan
Sri Enny menjelaskan, manajemen RSUD telah menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dengan memperhitungkan batas pagu yang dinilai aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif agar ketersediaan obat-obatan, logistik pasien, serta operasional pelayanan medis tetap terjaga sepanjang tahun.
Menurutnya, penyusunan anggaran dilakukan secara berimbang antara pendapatan dan belanja sehingga rumah sakit tidak menetapkan anggaran dalam kondisi defisit.
“Langkah ini penting untuk menghindari risiko kekosongan anggaran yang dapat berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Kami juga memastikan bahwa RSUD tidak menetapkan anggaran defisit, melainkan anggaran yang berimbang, di mana pendapatan sama besar dengan belanja,” katanya.
Pelayanan Darurat Tetap Menjadi Kewajiban Rumah Sakit
Direktur RSUD Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa rumah sakit memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada pasien, terutama dalam kondisi darurat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Ia menjelaskan, munculnya piutang pelayanan sebagian besar berasal dari penanganan pasien gawat darurat yang belum memiliki jaminan kesehatan atau masih memerlukan proses administrasi pembiayaan.
“Rumah sakit dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat. Karena itu, muncul piutang pelayanan yang mayoritas berasal dari penanganan darurat masyarakat kurang mampu yang belum tercover jaminan kesehatan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rekonsiliasi penagihan secara aktif, termasuk koordinasi lintas daerah bagi pasien dari luar Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Pengelolaan Kewajiban Dilakukan Secara Akuntabel
Terkait kewajiban jangka pendek yang tercatat sebesar Rp50,9 miliar, Sri Enny memastikan pengelolaannya dilakukan secara profesional, akuntabel, dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kewajiban tersebut merupakan bagian dari mekanisme operasional rumah sakit yang bersifat bergulir (revolving), sehingga pembayaran dilakukan secara bertahap seiring dengan pengadaan barang dan jasa untuk menunjang pelayanan medis.
“Di RSUD, utang bersifat pinjaman bergulir (revolving). Ada yang dilunasi, tetapi ada pula persediaan atau jasa baru yang dipesan. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu,” ungkapnya.
Komitmen Menjaga Kepercayaan Masyarakat
Manajemen RSUD Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus memperkuat tata kelola keuangan BLUD yang transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan pengelolaan anggaran.
(Red)

