Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Korban Pengoroyokan Pada saat pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih


Nias Selatan, – Mediarjn.com  Korban pengeroyokan rapat pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih, melaporkan kepada Pihak kepolisian POLRES NIAS SELATAN. (22/05/25)

Laporan berbentuk surat pengaduan bernomor: LP/B/78/V/2025/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 23 Mei 2025 pukul 14.30 WIB.

Dalam surat aduan tertulis, bahwa kedua korban Sekhiato Halawa dan Torozatulo Halawa datang ke kantor Polres Nias Selatan. Dengan maksud mengadukan tindak pidana pengeroyokan. Pada saat rapat pembentukan pengurus koperasi merah putih tanggal 22 Mei 2025, sekitar pukul 16.30 Wib di Balai Desa Amorosa, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan.

Sekhiato Halawa menjelaskan, kejadian berawal dari pertanyaannya kepada seorang bernama Fatinaso Bu’ulolo yang hadir di lokasi rapat tersebut. Ia melakukan dokumentasi kegiatan dengan sembunyi-sembunyi dan tidak memperlihatkan identitas resmi. “Saya hanya bertanya secara baik-baik kepada Fatinaso Bu’ulolo, apakah dia sebagai wartawan. Kalau iya, saya minta tunjukkan surat tugas dan ID card,” ujar Sekhiato Halawa.

Namun, Fatinaso Bu’ulolo tidak menjawab pertanyaan tersebut. Justru Sekhiato Halawa dan Torozatulo Halawa tiba-tiba di serang secara fisik oleh Fatinaso Buulolo dan beberapa rekannya hingga mengakibatkan memar di lengan.

Tak terima atas pengeroyokan yang mereka alami, kedua korban akhirnya melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut ke polres Nias Selatan dengan disertai bukti visum dari Rumah Sakit.

Sokhiato Halawa mengharapkan aparat penegak hukum secepat turun tangan menyelidiki kasus ini dan memberikan efek jerah.


April Julianus Daeli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *