Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Wakil Wali Kota Bekasi Dampingi Menko Pangan Sosialisasikan Program MBG dan Tinjau Pasar Murah

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama Zulkifli Hasan meninjau pasar murah dan sosialisasi program MBG di Kota Bekasi.

Kota Bekasi, – Mediarjn.com Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rangkaian kegiatan sosialisasi program nasional di wilayah Pondok Gede, Rabu (15/04/2026).

Sosialisasi Program MBG dan Kebijakan Pangan

Kegiatan ini mencakup sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan kebijakan pangan nasional, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Kegiatan dihadiri oleh unsur pemerintah pusat dan daerah, dengan keterlibatan langsung Wakil Wali Kota Bekasi dan Menko Pangan. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan implementasi program strategis nasional berjalan efektif di tingkat daerah.

Rangkaian Kegiatan di Pondok Gede

Sosialisasi dilaksanakan di lingkungan pendidikan, tepatnya di SMAN 5 Pondok Gede, Kota Bekasi. Selain itu, rombongan juga meninjau pelaksanaan pasar murah di Plaza Pondok Gede serta menghadiri kegiatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) di Kodim 0507/Bekasi.

Meningkatkan Kesadaran dan Akses Pangan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan, pola hidup sehat, serta akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pasar murah yang digelar menjadi salah satu instrumen intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Implementasi Program dan Partisipasi Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara terpadu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas ojek online yang turut hadir dalam kegiatan HAJATAN. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam keterangannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung kebijakan nasional.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” tegasnya.

Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan

Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program MBG serta kebijakan pangan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bekasi.

Sinergi untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan kebijakan yang diterapkan tidak hanya efektif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *