Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Pelaksanaan Skrining Kesehatan Perilaku Merokok Pada Anak Usia Sekolah di Puskesmas Kali Baru Kota Bekasi

https://mediarjn.com/wp-content/uploads/2024/11/Cokelat-Minimalis-Kolase-Foto-Momen-Galeri-Profil-Fotografi-Konten-Instagra_20241107_083106_0000.jpg

Pentingnya Skrining Kesehatan untuk Anak Usia Sekolah

Puskesmas Kali Baru Kota Bekasi telah melaksanakan skrining kesehatan perilaku merokok di delapan sekolah, yaitu SMP Mogallana, SMP Tahta Syajar, SMK Tahta Syajar, SMP Patriot, SMA Patriot, SMK Patriot 1, SMK Patriot 2, dan SMK Patriot 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui data awal perilaku merokok di kalangan anak usia sekolah antara 10 hingga 18 tahun. Skrining ini tidak hanya mendeteksi perilaku merokok, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menghentikan kebiasaan tersebut. “Selain untuk mendeteksi dini perilaku merokok di lingkungan sekolah, juga bertujuan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok, mempromosikan kawasan tanpa rokok, dan mendorong siswa untuk menjaga kesehatan paru-paru,” ungkap Kepala UPTD Puskesmas Kalibaru, Sulistyowati, S. ST.

Metode Pelaksanaan Skrining

Skrining perilaku merokok dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, petugas kesehatan memperkenalkan diri dan membagikan kuesioner kepada siswa. Setelah itu, mereka memberikan edukasi mengenai bahaya merokok dan memantau pengisian kuesioner. Hasil dari skrining ini termasuk pengukuran kadar CO2 dalam paru-paru siswa dan memberikan umpan balik mengenai hasil tersebut lalu menyampaikannya ke pihak sekolah untuk evaluasi serta koordinasi. “Melalui proses ini, diharapkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan akibat merokok,” jelasnya.

Dampak Buruk Merokok pada Anak dan Remaja

Merokok, lanjut Sulistyowawti, dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan anak dan remaja. Seperti gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan paru-paru, masalah kesehatan kronis, serta infeksi pernapasan akut (pneumonia dan bronkitis), penyakit telinga tengah, asma yang lebih sering dan parah akan menjadi beberapa efek yang ditimbulkan. “Selain itu, terlibat dalam merokok dapat mengakibatkan kurang fokus saat belajar, sulit memahami pelajaran dan munculnya masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendorong siswa agar menjauhi kebiasaan merokok dan memahami dampak buruknya,” tegasnya.

Pengukuran Kadar CO

Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

[doc id=7582]

“Maka hindari berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok. Yakinlah bahwa rokok bukan satu-satunya sarana pergaulan. Jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok dan perbanyak mencari informasi tentang bahaya rokok,” pungkas Sulistyowati.

(ADV/Bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *