Fajar Shodick saat menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7/2026). (Sumber (Dok. Boy Hutasoit Mediarjn.com)
8 Gagasan Fajar Shodick untuk Desa Sumber Jaya jika Terpilih _____________________
- Pemerintahan desa transparan
- Pelayanan desa berbasis digital
- UMKM naik kelas
- Penguatan BUMDes
- Penanganan banjir dan infrastruktur
- Pelayanan publik responsif
- Fasilitas kesehatan dan ambulans
- Pembaruan data sosial
Fajar Shodick menjadi salah satu bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya dalam Pilkades 2026. Ia menyerahkan berkas pendaftaran pada 31 Juli 2026 dan menawarkan sejumlah gagasan, antara lain transparansi pemerintahan desa, digitalisasi pelayanan, penguatan UMKM dan BUMDes, peningkatan PADes, penanganan banjir, pelayanan publik responsif, fasilitas kesehatan, serta pembaruan data sosial masyarakat.
Apa yang Perlu Diketahui?
Fajar Shodick mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa Sumber Jaya 2026 dengan membawa gagasan mengenai tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital. Selain pelayanan publik, ia menyoroti penguatan UMKM, BUMDes, peningkatan PADes, penanganan banjir, fasilitas kesehatan, serta validasi data sosial. Fajar menyerahkan berkas pendaftaran pada 31 Juli 2026. Gagasan dan rekam pengalaman tersebut menjadi bagian dari bahan pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades Sumber Jaya 2026.
Galery Foto: Fajar Shodick mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya 2026
Bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya 2026 ini menawarkan digitalisasi pelayanan, penguatan UMKM dan BUMDes, serta transparansi tata kelola pemerintahan desa.
BEKASI, MEDIARJN.COM — Fajar Shodick menjadi salah satu bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Sumber Jaya 2026.
Fajar menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon kepala desa pada Jumat, 31 Juli 2026. Dalam pencalonannya, ia membawa sejumlah gagasan mengenai tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, penguatan BUMDes, serta peningkatan kualitas layanan masyarakat.
Menurut Fajar, pemerintahan desa ke depan perlu berjalan secara terbuka, profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan pencalonannya berangkat dari keinginan untuk ikut membangun Desa Sumber Jaya melalui pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan yang melibatkan masyarakat.
Usung Digitalisasi Pelayanan Pemerintahan Desa
Salah satu gagasan yang ditawarkan Fajar adalah membangun sistem pemerintahan desa yang lebih transparan melalui pemanfaatan teknologi.
Ia menggagas pengembangan website resmi desa sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.
Melalui platform tersebut, informasi mengenai program kerja pemerintah desa, laporan keuangan, kegiatan pembangunan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelayanan administrasi diharapkan dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah.
Menurut Fajar, digitalisasi tidak sebatas menghadirkan teknologi, tetapi harus memberikan kemudahan kepada warga.
Dengan sistem pelayanan digital, masyarakat diharapkan tidak selalu harus datang ke kantor desa hanya untuk memperoleh informasi atau mengurus kebutuhan administrasi tertentu.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari konsep pemerintahan desa yang ingin dikembangkan Fajar apabila memperoleh kepercayaan masyarakat.
Dorong UMKM dan BUMDes Jadi Penggerak Ekonomi
Selain tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus yang disampaikan Fajar.
Ia mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM mendapatkan pelatihan, pendampingan, promosi, serta akses pemasaran berbasis digital.
Menurutnya, UMKM tidak hanya perlu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital.
Fajar juga memasukkan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam gagasannya.
Ia menyampaikan target peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara bertahap melalui optimalisasi potensi ekonomi Desa Sumber Jaya, penguatan BUMDes, pemberdayaan UMKM, serta kemitraan ekonomi, termasuk dengan Koperasi Merah Putih.
Dalam gagasannya, peningkatan PADes ditargetkan bertahap dari Rp1 miliar pada tahun pertama hingga Rp15 miliar pada tahun kedelapan.
Target tersebut, menurut materi yang disampaikan Fajar, membutuhkan perencanaan, pengelolaan profesional, serta dukungan berbagai unsur masyarakat.
Soroti Banjir dan Infrastruktur Lingkungan
Persoalan banjir dan infrastruktur lingkungan juga menjadi bagian dari aspirasi yang disebut Fajar dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat.
Ia mengaku melakukan silaturahmi dan dialog dengan sejumlah kelompok masyarakat untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi warga.
Selain banjir dan infrastruktur, persoalan yang dibahas antara lain pelayanan administrasi, ekonomi masyarakat, UMKM, serta kebutuhan sosial warga.
Pendekatan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa pemimpin desa perlu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan warga, mencatat kebutuhan, dan mencari solusi bersama.
Tawarkan Pelayanan Publik Lebih Responsif
Dengan latar belakang pendidikan di bidang keperawatan dan kesehatan, Fajar juga menyampaikan gagasan mengenai peningkatan pelayanan publik dan kesehatan masyarakat.
Ia menawarkan konsep pelayanan masyarakat selama 24 jam untuk kebutuhan yang bersifat mendesak, terutama dalam kondisi tertentu yang membutuhkan respons cepat pemerintah desa.
Di bidang kesehatan, ia mendorong peningkatan fasilitas pendukung serta ketersediaan ambulans bagi kebutuhan warga.
Fajar juga menilai pembaruan data masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.
Data mengenai warga kurang mampu, anak putus sekolah, lanjut usia, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, menurutnya, perlu diperbarui dan divalidasi secara berkala.
Dengan data yang lebih akurat, bantuan sosial dan program pembangunan diharapkan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Punya Pengalaman di Organisasi dan Kemasyarakatan
Fajar merupakan putra kelahiran Bekasi yang memiliki latar belakang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
Riwayat pendidikannya meliputi:
-
- 2000–2006: SD Negeri Sumberjaya 05
- 2006–2009: SMP Negeri 5 Tambun Selatan
- 2009–2012: SMA Negeri 4 Tambun Selatan
- 2012–2015: AKPER RSPAD Gatot Soebroto
- 2017–2019: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Di bidang organisasi, Fajar tercatat pernah menjadi Pengurus Karang Taruna Desa Sumber Jaya pada 2015.
Ia kemudian dipercaya sebagai Ketua RW 037 Desa Sumber Jaya periode 2020–2023.
Sejak 2024 hingga saat ini, berdasarkan informasi yang disampaikan, Fajar juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Al Fajar Berseri Nusantara.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fajar sebelum memutuskan mengikuti kontestasi Pilkades Sumber Jaya 2026.
Pernah Soroti Pengelolaan APBDes
Sebelum mengikuti kontestasi Pilkades 2026, Fajar juga disebut pernah terlibat dalam pelaporan dan pengawalan dugaan penyimpangan pengelolaan APBDes Desa Sumber Jaya Tahun 2024 kepada aparat penegak hukum dan Inspektorat.
Dalam materi yang disampaikan kepada redaksi, disebutkan bahwa pada 2025 Fajar bersama dua warga lainnya memberikan keterangan dalam proses pemeriksaan terkait dugaan pengelolaan APBDes tersebut.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari latar belakang Fajar dalam menyuarakan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.
Namun, setiap dugaan yang berkaitan dengan persoalan hukum tetap harus ditempatkan sebagai dugaan sampai terdapat keputusan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Daftar Gagasan yang Dibawa Fajar
Sejumlah gagasan yang disampaikan Fajar Shodick dalam pencalonannya meliputi:
-
-
Pemerintahan Desa Transparan Mendorong keterbukaan informasi mengenai anggaran, program, dan pembangunan desa serta memperkuat kontrol sosial masyarakat.
-
Digitalisasi Pelayanan Desa Mengembangkan website resmi desa untuk mempermudah akses informasi dan pelayanan administrasi.
-
UMKM Naik Kelas Mendorong pelatihan, pendampingan, promosi, pemasaran digital, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.
-
Penguatan BUMDes Mengoptimalkan potensi ekonomi desa untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat.
-
Penanganan Banjir dan Infrastruktur Menempatkan persoalan banjir serta pemerataan infrastruktur lingkungan sebagai bagian dari perhatian pembangunan.
-
Pelayanan Cepat dan Responsif Meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, termasuk respons terhadap kebutuhan yang bersifat mendesak.
-
Penguatan Fasilitas Kesehatan Mendorong peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan serta ketersediaan ambulans.
-
Data Sosial yang Akurat Melakukan validasi data warga kurang mampu, anak putus sekolah, lansia, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
-
Daftar, Gagasan, dan Pilihan Warga
Pendaftaran Fajar sebagai bakal calon Kepala Desa Sumber Jaya diantar keluarga, relawan, simpatisan, tokoh masyarakat, dan warga.
Sebelum mengikuti proses pendaftaran, Fajar bersama keluarga juga menggelar doa bersama serta meminta doa dan restu orang tua maupun mertua.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa Sumber Jaya berlangsung aman, tertib, jujur, dan damai.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat setelah proses demokrasi berlangsung.
Menurut Fajar, siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus dihormati dan didukung untuk kemajuan Desa Sumber Jaya.
Pada akhirnya, kontestasi Pilkades Sumber Jaya 2026 tidak hanya akan menjadi arena untuk menentukan siapa yang memimpin desa, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai gagasan, program, kapasitas, rekam pengalaman, dan komitmen masing-masing bakal calon.
Bagi Fajar, gagasan yang dibawanya bertumpu pada pemerintahan yang lebih transparan, digitalisasi pelayanan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan publik, serta pembangunan yang melibatkan warga.
Masyarakat Desa Sumber Jaya nantinya akan menentukan pilihan berdasarkan proses dan mekanisme pemilihan yang berlaku.
(Boy Hutasoit)






