Memuat berita terbaru...  

MEDIARJN.COM |

 (1) UCAPAN SELAMAT ATAS DILANTIKNYA Dr. KUNTADI, S,H,. M.H sebagai JAMPIDSUS KEJAKSAAN AGUNG REPUBLIK INDONESIA Slider Banner HUT RI 80  
 (1) Ucapan 1 Muharram 1448.H 16 Juni 2026 HISAR PARDOMUAN Hisar Pardomuan - Ucapan 1 Muharram 1448 H - 16 Juni 2026 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan  (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi    
Avatar RD AHMAD SYARIF
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional STIE Arlindo bertema “Beyond the Degree” di Kota Bekasi. (Sumber: Pemkot Bekasi).

Gelar akademik penting, tetapi mahasiswa juga perlu menguasai keterampilan, kepemimpinan, jejaring, personal branding, dan teknologi AI. Berikut 5 Bekal Penting Mahasiswa STIE Arlindo Hadapi Dunia Kerja

    • Skill – Kemampuan praktis menjadi pelengkap pendidikan akademik.
    • Leadership – Mahasiswa perlu belajar memimpin dan bekerja sama.
    • Networking – Jejaring dapat membuka peluang dan memperluas pengalaman.
    • Personal Branding – Media sosial dapat digunakan untuk membangun reputasi positif.
    • AI – Teknologi perlu dipelajari untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Wali Kota Bekasi menilai gelar akademik perlu diperkuat dengan keterampilan, jejaring, kepemimpinan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi AI.

Tri Adhianto Dorong Mahasiswa STIE Arlindo Tak Hanya Andalkan Gelar

Kota Bekasi, Mediarjn.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Arlindo untuk tidak hanya mengandalkan gelar akademik sebagai bekal memasuki dunia kerja. Mahasiswa dinilai perlu memperkuat skill, leadership, networking, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).

Wali Kota Bekasi. Tri Adhianto
Wali Kota Bekasi. Tri Adhianto

Pesan tersebut disampaikan Tri Adhianto saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional STIE Arlindo bertema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda”. Kegiatan berlangsung di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, dan diikuti mahasiswa serta calon mahasiswa.

Gelar Akademik Bukan Satu-satunya Modal

Dalam kesempatan tersebut, Tri mengatakan dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan lebih luas dibanding sekadar kompetensi akademik.

Menurutnya, masa perkuliahan sebaiknya dimanfaatkan mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan positif yang dapat membentuk kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan membaca perubahan zaman.

Beyond the Degree” dinilai relevan dengan tantangan generasi muda saat ini karena keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh gelar, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dan membangun kompetensi yang dibutuhkan di dunia nyata.

Media Sosial Bisa Jadi Ruang Membangun Jejaring

Tri juga menyoroti perkembangan media sosial yang kini menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat dengan pemerintah.

Ia menceritakan pengalaman menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat. Berbagai aspirasi dan laporan warga, kata dia, dapat disampaikan melalui sejumlah platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, maupun aplikasi pesan.

“Setiap hari saya memantau pesan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Ada yang menyampaikan melalui Instagram, TikTok, Facebook dan berbagai platform lainnya,” ujar Tri.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat menjadi semakin cepat.

Karena itu, mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi pengguna media sosial. Platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk membangun personal branding, networking, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang positif.

Mahasiswa Diminta Mulai Menguasai AI

Selain media sosial, Tri menekankan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, AI akan semakin berpengaruh terhadap dunia kerja dan kehidupan masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu mempelajari teknologi tersebut agar mampu menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas.

“AI harus kita pelajari. Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ini akan menjadi bagian dari daya saing generasi mendatang,” jelasnya.

Pesan tersebut menempatkan penguasaan teknologi sebagai salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Jangan Hanya Jadi Pengguna Teknologi

Tri berharap mahasiswa STIE Arlindo mampu menjadi generasi yang adaptif, berani mencoba, dan terus mengembangkan kemampuan.

Ia menilai teknologi seharusnya tidak berhenti pada aktivitas konsumsi informasi, tetapi dapat digunakan untuk menciptakan karya, membuka peluang, membangun jejaring, serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu, membangun peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dan calon mahasiswa STIE Arlindo untuk mendapatkan perspektif mengenai tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi.

Melalui penguatan skill, leadership, networking, kreativitas dan literasi teknologi, mahasiswa diharapkan mampu melengkapi pendidikan formal dengan kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *