Rapat persiapan Lomba Video Konten Literasi 2026 digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba di Soposurung, Balige, Rabu (23/9/2026). (Source: Dok. kegiatan / Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba.)
Lomba Video Konten Literasi 2026 menjadi ruang bagi masyarakat Toba untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan perpustakaan, budaya baca, dan literasi melalui konten video. Berikut 5 Poin Penting Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Toba 2026.
-
Panitia telah menerima 37 video peserta.
Rapat membahas petunjuk teknis lomba.
Bobot nilai dan materi inti menjadi bagian pembahasan.
Peserta didorong membuat konten dengan topik yang jelas dan spesifik.
Dinas Perpustakaan menargetkan penguatan budaya baca dan literasi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba mematangkan teknis Lomba Video Konten Literasi 2026 setelah menerima 37 video peserta. Rapat membahas petunjuk teknis, bobot penilaian, materi inti, serta kriteria konten. Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang meminta peserta membuat konten dengan topik yang jelas dan menghindari materi negatif.
Apa yang Perlu Diketahui?
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba telah menerima 37 video peserta Lomba Video Konten Literasi 2026. Panitia membahas juknis dan kriteria penilaian, sementara peserta didorong membuat konten yang jelas, edukatif, dan mendukung budaya baca.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.
Galery Foto: Rapat persiapan Lomba Video Konten Literasi 2026 Kabupaten Toba
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba mematangkan petunjuk teknis lomba video literasi 2026. Panitia sejauh ini telah menerima 37 video peserta.
TOBA, Mediarjn.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba telah menerima 37 video dari peserta Lomba Video Konten Literasi 2026. Panitia kini mematangkan petunjuk teknis, materi penilaian, bobot nilai, hingga kriteria konten sebelum proses seleksi dan penjurian.
Panitia membahas persiapan tersebut dalam rapat di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Soposurung, Balige, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kabupaten Toba.” Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebelumnya membuka pendaftaran lomba pada 26 Agustus hingga 19 September 2026. Informasi resmi dinas juga mencantumkan lomba tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan konten mengenai perpustakaan, budaya baca, dan literasi.
Dinas Perpustakaan Dorong Kreativitas Generasi Muda
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Almen Hutagalung, mengatakan lomba tersebut tidak hanya bertujuan menyebarluaskan informasi mengenai program perpustakaan.
Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mendorong pertumbuhan budaya baca dan literasi.
“Salah satu sasarannya untuk menumbuhkan kreativitas dan peran generasi muda dalam mengembangkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat,” kata Almen dalam rapat.
Langkah tersebut sejalan dengan sejumlah program literasi yang dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba sepanjang 2026, termasuk kegiatan lomba bertutur serta pembinaan perpustakaan sekolah dan desa.
Staf Ahli Bupati Soroti Konten yang Mengejar View
Dalam rapat tersebut, Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, yang hadir mewakili Bupati Toba, menyoroti perkembangan konten digital yang menurutnya perlu diarahkan agar memberikan nilai edukatif bagi masyarakat.
Sahat menyampaikan kekhawatirannya terhadap sebagian konten kreator yang mengangkat materi negatif demi mengejar jumlah penonton atau view.
“Saya berharap konten kreator ini dapat diarahkan. Selama ini jika konten itu berisi wisdom tidak viral, tetapi kalau isinya kotor selalu viral,” ujar Sahat saat membuka rapat.
Ia juga meminta panitia memperhatikan substansi video sejak tahap seleksi. Menurutnya, peserta perlu menyampaikan materi dengan topik yang jelas, spesifik, serta memiliki tujuan dan sasaran yang terukur.
“Jadi konten kreator harus punya topik. Materinya harus jelas, lebih spesifik. Tujuan dan sasarannya harus tercapai,” lanjutnya.
Panitia Bahas Bobot Penilaian hingga Materi Inti
Selain petunjuk teknis, rapat juga membahas sejumlah aspek penilaian yang akan digunakan dewan juri. Pembahasan mencakup bobot nilai, materi inti, serta sejumlah ketentuan teknis lainnya.
Sahat meminta panitia tidak meneruskan materi yang mengandung hal-hal negatif, khususnya pada bagian narasi dan ucapan, ke tahap penjurian.
“Setiap peserta yang mengirim materi hal-hal negatif terutama dalam narasi dan ucapan, langsung di-reject dan tidak perlu diberikan kepada juri,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pembahasan internal panitia dalam menentukan kriteria konten yang akan mengikuti proses seleksi.
37 Video Sudah Masuk
Hingga rapat berlangsung pada Rabu (23/9/2026), panitia mencatat 37 video telah diterima dari peserta.
Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba telah menyosialisasikan lomba melalui berbagai saluran, termasuk sekolah untuk tingkat SMA.
Melalui lomba tersebut, pemerintah daerah berupaya memperluas penyebaran informasi tentang perpustakaan sekaligus membuka ruang kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui media video.
(Red)








