Memuat berita terbaru...  

MEDIARJN.COM |

 (1) UCAPAN SELAMAT ATAS DILANTIKNYA Dr. KUNTADI, S,H,. M.H sebagai JAMPIDSUS KEJAKSAAN AGUNG REPUBLIK INDONESIA Slider Banner HUT RI 80  
 (1) Ucapan 1 Muharram 1448.H 16 Juni 2026 HISAR PARDOMUAN Hisar Pardomuan - Ucapan 1 Muharram 1448 H - 16 Juni 2026 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan  (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi    
Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan lemas usai menyantap makanan MBG. (Source: Dokumentasi/BMH

Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Berikut 5 Fakta Dugaan Gangguan Kesehatan Siswa SMA 1 Berastagi Usai Santap MBG

    • Puluhan siswa terdampak – Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi mengalami keluhan kesehatan.
    • Gejala muncul – Keluhan yang dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas.
    • Dievakuasi ke fasilitas kesehatan – Siswa mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit dan puskesmas.
    • Sampel makanan diperiksa – Penyebab kejadian masih menunggu hasil uji laboratorium.
    • Investigasi dilakukan – Pihak terkait menelusuri kemungkinan sumber dan proses penyediaan makanan.

Gejala mual, muntah, pusing, dan lemas muncul setelah siswa menyantap makanan MBG. Penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium.

Berastagi, Karo, Mediarjn.com – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual, muntah, pusing, dan lemas. Mereka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Sejumlah fasilitas kesehatan yang menerima siswa terdampak antara lain RSU Amanda Berastagi, RSU Efarina Etaham, RSU Kabanjahe, dan Puskesmas Berastagi.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi para siswa sebelum gejala muncul. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.

Kepastian mengenai apakah gejala yang dialami para siswa disebabkan kontaminasi makanan, proses pengolahan, maupun faktor lain masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sampel makanan disebut telah diambil untuk menjalani pengujian. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan sumber kejadian secara objektif.

Pemkab dan Kepolisian Turun Memantau

Respons terhadap kejadian tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo bersama aparat kepolisian.

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho dilaporkan turun langsung memantau kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan di RSU Efarina Etaham Berastagi.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan para siswa memperoleh penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

BGN Telusuri Rantai Penyediaan Makanan

Badan Gizi Nasional (BGN) turut melakukan penelusuran terhadap penyediaan makanan dalam program MBG yang dikonsumsi para siswa.

Kepala BGN Regional Sumatera Utara, Tengku Agung Kurniawan, disebut mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menelusuri rantai pasok makanan tersebut di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Tidak Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Tim medis di sejumlah fasilitas kesehatan masih melakukan penanganan dan observasi terhadap siswa yang mengalami keluhan.

Sementara itu, jumlah pasti siswa yang terdampak masih dalam proses rekapitulasi oleh pihak terkait berdasarkan data dari rumah sakit dan puskesmas.

Investigasi Epidemiologis Turut Dilakukan

Selain pengujian sampel makanan, investigasi epidemiologis juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab kejadian.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran apakah kejadian berkaitan dengan kontaminasi bahan makanan, proses pengolahan, maupun faktor penanganan makanan setelah dimasak.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi menjadi dasar penting sebelum menyimpulkan penyebab kejadian yang dialami para siswa SMA Negeri 1 Berastagi.

Dengan demikian, istilah “keracunan” dalam pemberitaan ini masih ditempatkan sebagai dugaan, sampai terdapat hasil pemeriksaan resmi yang memastikan penyebabnya.


(BMH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *