Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Plt Dinas Pertanian Lena Pardede Ketika Diwawancara terkait Penyaluran bantuan pertanian APBD Sumut kepada kelompok tani di Kabupaten Toba

Sejumlah Kelompok Tani Menilai Pembagian Bantuan Pertanian Tidak Merata dan Kurang Transparan

Toba, – Mediarjn.com Sebanyak 85 kelompok tani di wilayah Kabupaten Toba menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian yang bersumber dari APBD Tingkat I Provinsi Sumatera Utara, hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Toba. Bantuan tersebut disalurkan pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan tujuan mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Bantuan yang Diberikan

Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, bibit jagung, pompa air, hand traktor, cultivator, serta mesin pemipil jagung. Seluruh bantuan tersebut dirancang untuk memperkuat sarana produksi pertanian dan menunjang kegiatan tanam hingga pascapanen di Kabupaten Toba.

Penerima Bantuan

Penerima bantuan tercatat sebanyak 85 kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Toba. Namun, sejumlah kelompok tani lain mengaku belum pernah menerima bantuan serupa meskipun telah lama berdiri dan memiliki legalitas lengkap.

Bantuan Disalurkan

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 27 Desember 2025 di wilayah Kabupaten Toba, bersamaan dengan agenda dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian menjelang akhir tahun anggaran.

Distribusi Bantuan Dipersoalkan

Salah satu ketua kelompok tani mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola distribusi bantuan yang dinilai tidak merata dan berulang pada penerima yang sama. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam mekanisme penyaluran yang perlu diklarifikasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Toba.

“Penerima bantuan itu-itu saja, tidak pernah berganti. Padahal ada kelompok tani yang sudah lama berdiri, bahkan sudah memiliki akta notaris, tetapi belum pernah mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Kelompok tani Makmur Jaya yang berada di Desa Pintu Batu, Kecamatan Silaen, mengaku telah mengajukan proposal bantuan sejak November 2025 kepada Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, namun hingga kini belum memperoleh kejelasan.

Harapan Petani terhadap Pemerintah Daerah

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Toba dan Dinas Pertanian dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan dan distribusi bantuan, agar prinsip keadilan, transparansi, dan pemerataan benar-benar terwujud.

Mereka juga menekankan pentingnya pengawasan agar bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara benar-benar menjangkau kelompok tani yang membutuhkan dan telah memenuhi persyaratan administrasi.

Bantuan Pertanian dan Makna Sosial di Momentum Natal

Di tengah momentum perayaan Natal, para petani berharap bantuan pertanian tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi juga hadiah nyata bagi keberlangsungan hidup petani. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Redaksi

Pemerintah daerah diharapkan memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme seleksi penerima bantuan serta membuka ruang dialog dengan kelompok tani yang merasa belum mendapatkan keadilan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pertanian yang dibiayai negara.


(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *