Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Sosialisasi Siklus Hidup Tingkat Kecamatan, Posyandu Bertransformasi Hadirkan Layanan Kesehatan dan Sosial

Senin, 29 September 2025


Kota Bekasi, – Mediarjn.com Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyelenggarakan Sosialisasi Siklus Hidup Tingkat Kecamatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh kader posyandu dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi, dengan tujuan memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Ketua Posyandu Kota Bekasi, Ibu Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menegaskan pentingnya transformasi layanan posyandu yang kini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga merambah ke sektor sosial dengan berlandaskan program enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Konsep satu data menjadi kunci. Semua kebutuhan masyarakat akan terintegrasi di posyandu. Misalnya, ketika warga membutuhkan alat bantu dengar dari Dinas Sosial, datanya dapat diakses melalui posyandu. Begitu juga dengan program rumah tidak layak huni (Rutilahu), data akan tercatat di posyandu dan disalurkan melalui Disperkimotanm. Dengan satu data yang terhubung ke enam SPM, pelayanan kepada masyarakat akan lebih tepat sasaran,” jelas Wiwiek.

Program enam SPM ini mengacu pada transformasi posyandu menjadi lembaga pelayanan publik berbasis komunitas yang mengintegrasikan enam bidang pelayanan dasar. Adapun kepanjangan dari 6 SPM tersebut meliputi Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, SPM Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta SPM Sosial.

Dengan adanya integrasi enam bidang pelayanan dasar ini, posyandu tidak hanya mencatat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi basis informasi yang mendukung program lintas sektor secara terpadu. Transformasi ini menjadikan posyandu sebagai pusat layanan masyarakat berbasis data yang komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya visi dan misi Kota Bekasi, yaitu kota yang nyaman bagi warganya dan sejahtera masyarakatnya, dimulai dari lingkungan terdekat.

Wiwiek menambahkan, karena program ini masih baru, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan perlahan, sembari terus memberikan pendampingan serta sosialisasi kepada para kader posyandu.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap peran posyandu dari seluruh kecamatan dapat semakin solid dalam menghadirkan layanan kesehatan dan sosial yang berkesinambungan, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.


Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *