Sebanyak 27 remaja mengikuti GAMKI Got Talent Solo Singing Competition yang diselenggarakan DPC GAMKI Toba di Balige. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan bakat seni, kreativitas, dan pembinaan karakter generasi muda. (Sumber: Dok. Media Center Pemkab Toba (MC Toba).)
Lima hal menarik dari GAMKI Got Talent Solo Singing Competition di Balige, mulai dari jumlah peserta, aturan kompetisi, dukungan pemerintah daerah, hingga pesan pembinaan karakter dan kebinekaan. Berikut 5 Hal Menarik dari GAMKI Got Talent Toba, Ajang Bakat 27 Remaja.
GAMKI Toba gelar kompetisi solo singing bagi remaja.
Sebanyak 27 peserta usia 13–17 tahun unjuk kemampuan bernyanyi.
Peserta wajib membawakan lagu pilihan dan lagu wajib.
Pemkab Toba apresiasi kegiatan pembinaan kreativitas generasi muda.
GAMKI dan pemerintah daerah dorong pengembangan talenta serta karakter remaja.
DPC GAMKI Toba menyelenggarakan GAMKI Got Talent Solo Singing Competition di Balige dengan melibatkan 27 remaja berusia 13–17 tahun. Pemerintah Kabupaten Toba mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi wadah pengembangan talenta, pembinaan karakter, dan pemeliharaan kebinekaan melalui seni musik. RINGKASAN BERITA Sebanyak 27 remaja mengikuti GAMKI Got Talent Solo Singing Competition di SGA’ Simrader Carwash & Care, Jalan By Pass Balige, Sabtu (31/10/2026). Ketua DPC GAMKI Toba Boy Antoni Simangunsong berharap peserta terus mengembangkan bakat dan menggunakannya untuk kegiatan positif. Pemkab Toba melalui Sekretaris Kesbangpol Nelly Arta Dumora Lumban Tobing mengapresiasi kegiatan tersebut karena mendukung pembinaan talenta, karakter, dan kebinekaan generasi muda.
Apa yang Perlu Diketahui?
Sebanyak 27 remaja mengikuti GAMKI Got Talent Solo Singing Competition di SGA’ Simrader Carwash & Care, Jalan By Pass Balige, Sabtu (31/10/2026). Ketua DPC GAMKI Toba Boy Antoni Simangunsong berharap peserta terus mengembangkan bakat dan menggunakannya untuk kegiatan positif. Pemkab Toba melalui Sekretaris Kesbangpol Nelly Arta Dumora Lumban Tobing mengapresiasi kegiatan tersebut karena mendukung pembinaan talenta, karakter, dan kebinekaan generasi muda.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.
Galery Foto:
Kompetisi solo singing di Balige menjadi wadah bagi remaja usia 13–17 tahun untuk mengembangkan talenta, membangun karakter, dan menyalurkan kreativitas melalui musik.
TOBA, MEDIARJN.COM – Sebanyak 27 remaja berusia 13 hingga 17 tahun menunjukkan kemampuan bernyanyi dalam ajang GAMKI Got Talent Solo Singing Competition yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di SGA’ Simrader Carwash & Care, Jalan By Pass Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (31/10/2026).
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membangun karakter melalui kegiatan positif.
Dalam perlombaan itu, setiap peserta harus membawakan dua lagu, yakni lagu pilihan dan lagu wajib. Para juri profesional kemudian menilai kemampuan vokal dan penampilan masing-masing peserta.
Ketua DPC GAMKI Toba, Boy Antoni Simangunsong, berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi sesaat, tetapi juga mampu membuka peluang bagi para remaja untuk mengembangkan talentanya di masa depan.
Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki untuk melayani Tuhan di gereja masing-masing.
“Dan semoga saja anak-anak kita bisa mengorbit melalui talentanya ke depan,” kata Boy Antoni.
GAMKI Dorong Remaja Kembangkan Talenta dan Pelayanan
Boy Antoni memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik tanpa menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan keberanian dan kemampuan dengan tampil di hadapan juri maupun penonton.
“Kalian semua sudah juara. Kalian adalah yang terbaik. Jadi buatlah setiap penampilan menjadi yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Semoga kegiatan ini berjalan baik, seturut kehendak Tuhan,” ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Toba tersebut.
Pesan tersebut menjadi dorongan agar para peserta terus mengembangkan kemampuan, menjaga semangat, dan menjadikan talenta sebagai sarana memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masing-masing.
Pemkab Toba Apresiasi Panggung Kreativitas Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Toba turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan GAMKI Got Talent Solo Singing Competition.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Toba, Nelly Arta Dumora Lumban Tobing, S.E., yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik inisiatif GAMKI dalam menghadirkan kegiatan kreatif dan membangun bagi generasi muda.
Menurut Nelly, kompetisi tersebut bukan sekadar perlombaan bernyanyi, melainkan juga ruang untuk memperlihatkan potensi dan talenta yang dimiliki anak-anak muda.
“Melalui musik, kita menyampaikan pesan kasih, pesan harapan, dan pesan persatuan,” ungkap Nelly.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kontribusi dalam tiga aspek penting, yakni pembinaan talenta, pembentukan karakter, dan pemeliharaan kebinekaan.
Ketiga aspek itu dinilai penting untuk mendukung perkembangan generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan di bidang seni, tetapi juga mempunyai sikap positif dan mampu menghargai keberagaman.
Juri Diminta Objektif dan Berikan Penilaian Membangun
Dalam kesempatan tersebut, Nelly juga menyampaikan pesan kepada dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional.
Ia meminta para juri memberikan penilaian secara objektif, jujur, dan adil kepada seluruh peserta.
“Kepada dewan juri, bertugaslah dengan objektif, jujur, dan adil. Berikan penilaian yang membangun agar adik-adik kita semakin termotivasi,” ujarnya.
Penilaian yang profesional diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta, baik yang meraih penghargaan maupun yang belum berhasil menjadi pemenang.
Panggung Seni Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda
Penyelenggaraan GAMKI Got Talent di Kabupaten Toba memperlihatkan pentingnya ruang kreativitas bagi remaja untuk mengembangkan potensi diri.
Melalui kegiatan seni, generasi muda dapat belajar mengenai keberanian tampil, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan menghargai orang lain.
Namun, pembinaan talenta tentu membutuhkan kesinambungan. Kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan, pelatihan, dan kesempatan tampil yang lebih luas bagi peserta.
Dengan demikian, bakat yang muncul dalam kompetisi dapat berkembang menjadi kemampuan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.
(Red)







