Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan arahan dalam Rapat Kerja Sahabat MUI di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026), sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menghadapi berbagai persoalan sosial. (Sumber : Humas Pemerintah Kota Bekasi / Dokumentasi Sahabat MUI).
5 Isu Strategis yang Disoroti Tri Adhianto dalam Raker Sahabat MUI Bekasi
-
Raker Sahabat MUI memperkuat sinergi pembangunan.
-
Wali Kota menyoroti praktik perjudian di Bekasi Utara.
-
Pemerintah mengajak kolaborasi menghadapi persoalan sosial.
-
Sekolah Lansia terus dikembangkan sebagai pendidikan sepanjang hayat.
-
Pemkot Bekasi merencanakan pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas.
Raker Sahabat MUI menjadi forum memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat menghadapi persoalan sosial di Kota Bekasi.
BEKASI, MEDIARJN.COM – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus menyusun program kerja yang terarah guna mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan melahirkan langkah-langkah nyata melalui kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Pemerintah Kota Bekasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Tri Adhianto Soroti Judi dan Isu Sosial di Kota Bekasi

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya adalah maraknya praktik perjudian, khususnya di wilayah Bekasi Utara.
Selain itu, Tri juga menyinggung persoalan LGBT yang menurut data pemerintah mencapai sekitar 6.000 orang di wilayah Bekasi Selatan. Ia mengajak Sahabat MUI untuk berperan aktif bersama pemerintah dalam melakukan pembinaan melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan edukasi kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Tri Adhianto.
Kolaborasi Jadi Kunci Menyelesaikan Persoalan Kota

Tri menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan di Kota Bekasi membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, lima komponen anak bangsa di Kota Bekasi harus terus memperkuat sinergi melalui semangat gotong royong.
Ia berharap organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, serta pemerintah dapat berjalan beriringan dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Pendidikan Masih Hadapi Tantangan Ruang Kelas dan Guru

Di bidang pendidikan, Tri mengungkapkan Kota Bekasi masih menghadapi keterbatasan ruang belajar. Saat ini, satu kelas masih dihuni sekitar 40 siswa, sementara kebutuhan tenaga pendidik juga masih cukup tinggi.
Di sisi lain, sejumlah sekolah swasta memiliki tenaga pengajar yang memadai namun kekurangan peserta didik. Menurutnya, diperlukan keseimbangan dan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar pemerataan layanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Pemkot Bekasi Dorong Sekolah Lansia dan Pendidikan Disabilitas
Selain meningkatkan kualitas pendidikan formal, Pemerintah Kota Bekasi juga terus mengembangkan program Sekolah Lansia sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat. Program tersebut menyediakan jenjang pembelajaran mulai dari tingkat S1, S2, hingga S3 bagi masyarakat lanjut usia agar tetap aktif, produktif, dan berdaya.
Pada kesempatan yang sama, Tri Adhianto juga mengungkapkan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Rencana tersebut telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi dan diharapkan mendapat dukungan seluruh pihak guna memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Raker Diharapkan Melahirkan Program Nyata
Raker Sahabat MUI diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan program kerja yang mampu mendukung pembangunan Kota Bekasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
(Red)

