Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menerima audiensi warga, mahasiswa, dan organisasi media di kantor DPRD Kota Bekasi.
Sardi Efendi tegaskan DPRD Kota Bekasi terbuka bagi aspirasi masyarakat, akademisi, dan insan media.
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, kembali menegaskan komitmennya menjadikan lembaga legislatif sebagai ruang terbuka bagi penyerapan aspirasi masyarakat. Dalam satu rangkaian agenda, Dr. Sardi Efendi menerima empat audiensi sekaligus dari berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, hingga organisasi media di lingkungan DPRD Kota Bekasi.
Kegiatan audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka mendorong pembangunan Kota Bekasi yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Warga Grand Kamala Lagoon Soroti Regulasi Hunian Vertikal
Audiensi pertama datang dari perwakilan warga Grand Kamala Lagoon yang membahas dinamika regulasi sewa hunian vertikal. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan terkait tata kelola hunian apartemen, kepastian aturan, hingga perlindungan hak penghuni.
Ketua DPRD Kota Bekasi menilai isu hunian vertikal menjadi tantangan perkotaan modern yang memerlukan perhatian serius, khususnya dalam memastikan keseimbangan antara kepentingan pengembang, pengelola, dan masyarakat penghuni.
Mahasiswa Dorong Transparansi dan Perubahan Daerah
Audiensi berikutnya dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang mengangkat tema transparansi kebijakan publik melalui kunjungan legislatif.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik serta penguatan peran generasi muda dalam mengawal kebijakan daerah yang berpihak kepada masyarakat.
Selain itu, audiensi juga dihadiri PERMASI Jakarta Raya yang menekankan penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dan pembangunan daerah.
Ketua DPRD Kota Bekasi mengapresiasi partisipasi aktif kalangan akademisi dan mahasiswa dalam mengawal demokrasi lokal.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah dalam menjaga transparansi dan pembangunan daerah yang sehat,” ujar Sardi Efendi.
JMSI Dorong Literasi Digital Desa
Sementara itu, audiensi bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) membahas rencana kolaborasi literasi digital melalui program “JMSI Desa Bersinar”.
Program tersebut bertujuan memperkuat edukasi digital masyarakat desa, meningkatkan kualitas informasi publik, sekaligus mendorong literasi media di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Sardi Efendi, kolaborasi antara legislatif dan organisasi media sangat penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat.
DPRD Bekasi Tegaskan Fungsi Pengawasan dan Legislasi
Menutup rangkaian audiensi, Ketua DPRD Kota Bekasi menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dikaji secara mendalam sesuai fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran DPRD.
“Seluruh aspirasi ini akan kami kaji mendalam sesuai fungsi pengawasan dan legislasi demi kemajuan Kota Bekasi,” tegasnya.
Ia berharap pola komunikasi terbuka seperti ini dapat terus diperkuat agar kebijakan publik yang dihasilkan benar-benar lahir dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Langkah tersebut juga dinilai sebagai bagian dari penguatan demokrasi partisipatif di tingkat daerah, di mana masyarakat, mahasiswa, dan organisasi sipil memiliki ruang aktif dalam proses pembangunan Kota Bekasi.
(ADV)

