Pelantikan IKOSI, GENOSI, IROSI, dan JMKB jadi momentum penguatan sinergi sosial dan kepemudaan di Bekasi.
Kota Bekasi, Mediarjn.com – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menghadiri sekaligus melantik pengurus gabungan empat organisasi strategis masyarakat Kota Bekasi, yakni Ikatan Keluarga Orang Bekasi (IKOSI), Generasi Muda Bekasi (GENOSI), Ikatan Remaja Orang Bekasi (IROSI), dan Jaringan Masyarakat Kota Bekasi (JMKB).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Aula Lantai 3 Gedung DPRD Kota Bekasi pada Minggu (10/5/2026) mulai pukul 08.00 hingga 11.25 WIB. Acara dihadiri pengurus organisasi, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen warga Kota Bekasi.
Organisasi Kemasyarakatan Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Bekasi menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Menurut Sardi Efendi, keberadaan organisasi masyarakat tidak hanya menjadi wadah silaturahmi sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga nilai gotong royong, memperkuat identitas daerah, serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan berbasis masyarakat.
“Gedung DPRD ini adalah rumah rakyat. Kehadiran IKOSI, GENOSI, IROSI, dan JMKB hari ini membuktikan bahwa semangat gotong royong warga Bekasi masih sangat kuat,” ujar Sardi Efendi.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dapat melahirkan berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Bekasi.
Dorong Dokumentasi Gagasan dalam Bentuk Buku
Dalam kesempatan tersebut, Sardi Efendi juga meminta setiap organisasi yang telah dilantik untuk menyusun artikel mengenai DPRD Kota Bekasi beserta kontribusinya terhadap masyarakat.
Artikel-artikel tersebut nantinya direncanakan akan dihimpun menjadi sebuah buku sebagai bentuk dokumentasi pemikiran, gagasan, serta aspirasi masyarakat Kota Bekasi.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat literasi publik sekaligus membangun budaya dokumentasi sosial dan politik di tingkat daerah.
Persoalan Banjir Jadi Perhatian Bersama
Selain membahas penguatan organisasi sosial dan kepemudaan, Ketua DPRD Kota Bekasi juga menyinggung persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di Kota Bekasi.
Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, dan warga.
“Penanganan banjir membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan, edukasi publik, dan penguatan budaya peduli lingkungan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Perkuat Soliditas Antarorganisasi

Dengan dilantiknya kepengurusan baru empat organisasi tersebut, diharapkan koordinasi dan soliditas antarorganisasi masyarakat di Kota Bekasi semakin kuat, khususnya dalam menjalankan program sosial, budaya, dan kepemudaan.
Momentum pelantikan ini juga dinilai menjadi simbol penguatan partisipasi publik dalam pembangunan daerah, sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Bekasi yang maju, harmonis, dan berdaya saing.
(ADV)

