Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Warga Kampung Siluman Bekasi melaporkan dugaan praktik rentenir bermodus emas ke Polres Metro Bekasi

Kabupaten Bekasi, – Mediarjn.com Sejumlah warga Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, mengadukan dugaan praktik rentenir dengan modus transaksi jual beli emas ke Polres Metro Bekasi. Laporan tersebut muncul setelah warga merasa dirugikan secara ekonomi sekaligus mengalami tekanan sosial akibat dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Dugaan Modus Baru Praktik Rentenir

Kasus ini bermula dari kebutuhan ekonomi mendesak yang mendorong warga untuk meminjam uang. Namun, praktik peminjaman tersebut diduga dilakukan dengan modus jual beli emas melalui sebuah toko emas di sekitar pasar setempat.

Salah satu korban, Yuningsih, mengaku diarahkan oleh seseorang berinisial Ela ke toko emas tersebut untuk memperoleh pinjaman.

Modus: Foto dan Administrasi sebagai Alat Tekanan

Menurut pengakuan korban, proses transaksi tidak menyerahkan emas secara nyata kepada peminjam. Warga hanya diminta berfoto dengan cincin dan dokumen emas sebagai formalitas.

“Setelah difoto, saya menerima uang Rp970 ribu dari pinjaman Rp1 juta. KTP ditahan, dan saya harus mengangsur Rp150 ribu per minggu selama 11 kali,” ungkap Yuningsih.

Menariknya, emas yang digunakan dalam dokumentasi tersebut tidak pernah diserahkan kepada peminjam, melainkan tetap berada di pihak toko.

Dampak Sosial: Dugaan Pencemaran Nama Baik

Persoalan tidak berhenti pada sistem pinjaman. Yuningsih mengaku meskipun telah melunasi kewajibannya, foto dirinya tetap diunggah ke media sosial dengan tuduhan sebagai pelaku pencurian emas.

Unggahan tersebut diduga berasal dari akun Ellail Rachmah, yang menuliskan narasi yang merugikan korban secara sosial.

Akibatnya, korban mengalami tekanan psikologis dan rasa malu di lingkungan masyarakat.

Laporan Resmi ke Kepolisian

Pada Selasa (14/4/2026), Yuningsih bersama sejumlah warga resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Bekasi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/557/IV/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ.

Dasar Hukum: Dugaan Pelanggaran UU ITE

Laporan yang diajukan berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 27A jo Pasal 45 ayat (4).

Perlindungan Masyarakat dari Praktik Ilegal

Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan pola baru praktik rentenir yang memanfaatkan celah ekonomi masyarakat dengan pendekatan manipulatif. Selain berdampak finansial, praktik ini juga berpotensi merusak reputasi dan kondisi psikologis korban.

Harapan Penegakan Hukum

Warga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas praktik tersebut, termasuk mengungkap jaringan yang terlibat, guna memberikan efek jera serta perlindungan hukum bagi masyarakat.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap praktik pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat.


(Boy Hutasoit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *