Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Indonesia Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H,. M.H,. S.Pdi. Soroti Program Makan Bergizi Gratis: Antara Manfaat dan Potensi Lahan Korupsi

Jakarta, – Mediarjn.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai proyek unggulan Asta Cita Presiden mulai menuai kritik tajam. Kasus dugaan keracunan massal di kalangan siswa sekolah dasar memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas, pengawasan, dan tata kelola program tersebut. Sabtu, (23/8/2025).

Kasus Keracunan di Sukabumi

Kasus terbaru mencuat di sebuah sekolah dasar negeri di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Puluhan murid dilaporkan mengalami mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap makanan bergizi gratis yang disalurkan dari dapur penyedia. Peristiwa ini menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya orang tua murid yang khawatir terhadap keamanan pangan yang seharusnya dijamin oleh pemerintah.

Kritik Prof. Sutan Nasomal

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar hukum internasional sekaligus ekonom, menyampaikan kritik keras terkait persoalan ini. Menurutnya, isu ini tidak bisa dipandang remeh karena menyangkut keselamatan anak-anak bangsa.

“Jangan sampai program yang diklaim untuk menyehatkan justru berubah menjadi ancaman kesehatan. Kita juga perlu kritis, apakah program ini benar-benar dijalankan dengan niat tulus atau hanya seremonial politik untuk menutupi kekurangan Asta Cita Presiden,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

Potensi Penyalahgunaan Anggaran

Prof. Sutan menilai, program berskala nasional dengan anggaran triliunan rupiah sangat rawan penyalahgunaan. Ia menyinggung adanya potensi korupsi dalam rantai distribusi MBG, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyediaan makanan.

“Kita tahu praktik mafia anggaran di Indonesia. Jangan sampai uang rakyat yang seharusnya untuk gizi anak-anak malah masuk ke kantong pribadi segelintir orang,” tegasnya.

Lemahnya Sistem Pengawasan

Menurut Prof. Sutan, lemahnya pengawasan menjadi akar persoalan. Dugaan keracunan bisa terjadi karena bahan pangan yang tidak layak, proses pengolahan yang tidak higienis, atau minimnya kontrol dari pemerintah.

“Kita bicara soal anak-anak. Masa depan bangsa dipertaruhkan di meja makan sekolah. Kalau pengawasan lemah, akibatnya fatal. Program ini harus transparan, akuntabel, dan berbasis kepentingan rakyat, bukan kepentingan politik sesaat,” imbuhnya.

Desakan Publik untuk Perbaikan

Kasus keracunan ini menimbulkan desakan publik agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Masyarakat menunggu tindakan tegas terhadap pihak yang lalai serta perbaikan tata kelola MBG agar benar-benar bermanfaat bagi anak-anak dan rakyat kecil.

Risiko Jadi Proyek Mercusuar

Kritik Prof. Sutan menyoroti bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi proyek mercusuar jika tidak dikelola dengan serius. Pemerintah dituntut memastikan program ini berpihak pada rakyat, bukan sekadar alat politik.

Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka (POM), Jenderal Kompii, Pendiri & Pengasuh Ponpes ASS, Sawah PLUS Jakarta

Rd Ahmad Syarif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *