Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Aksi dan pernyataan Aliansi 98 yang menuntut Menteri Kebudayaan Fadli Zon minta maaf atas pernyataannya tentang pemerkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998

Jakarta, – Mediarjn.com Pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut pemerkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998 sebagai “rumor tanpa bukti” menuai gelombang kecaman publik. Aliansi Organ 98, yang terdiri dari berbagai organisasi gerakan reformasi, menilai pernyataan tersebut sebagai upaya sistematis menghapus sejarah kelam bangsa dan melukai kembali para korban.

Pernyataan yang Menjadi Polemik

Dalam sebuah forum publik, Fadli Zon disebut menyatakan bahwa isu kekerasan seksual terhadap perempuan Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998 “belum terbukti” dan hanya sekadar rumor yang dibesar-besarkan. Pernyataan ini langsung menyulut amarah para aktivis gerakan reformasi, keluarga korban, hingga lembaga-lembaga HAM.

Bereaksi dan Apa Tuntutannya

Aliansi 98 Tolak Penghapusan Sejarah Bangsa, yang terdiri dari organisasi seperti Pena 98, Barikade 98, Gerak 98, dan KA KBUI 98, merilis pernyataan resmi pada Rabu, 18 Juni 2025. Mereka menuding Fadli Zon telah:

  • Melakukan penyesatan publik
  • Memanipulasi sejarah nasional
  • Melindungi pelaku kejahatan kemanusiaan secara simbolik

Lebih dari itu, mereka menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk kekerasan simbolik kedua terhadap para korban, yang sebelumnya telah mengalami kekerasan fisik dan kini dihapuskan dari memori kolektif bangsa.

Fakta Apa yang Membantah Pernyataan Fadli Zon

Data resmi membuktikan bahwa pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 benar-benar terjadi. Laporan investigatif dari:

  • Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)
  • Komnas Perempuan
  • Human Rights Watch (HRW)
  • Amnesty International

…menyebutkan bahwa kekerasan seksual massal, terutama terhadap perempuan etnis Tionghoa, merupakan bagian dari kerusuhan yang terorganisir. Bahkan, tragedi ini menjadi dasar hukum berdirinya Komnas Perempuan lewat Keppres No. 181 Tahun 1998.

Pernyataan Ini Dipandang sebagai Ancaman Nasional

Aliansi 98 menilai bahwa narasi yang dibangun Fadli Zon bukan hanya berbahaya secara etis dan moral, tetapi juga mengancam integritas sejarah nasional. Mereka menyebut Fadli Zon sebagai sosok yang sejak awal tidak berpihak pada Reformasi, dan menyimpan dendam sejarah karena kehilangan jabatan sebagai anggota MPR hasil penunjukan Orde Baru.

Aksipun Akan Digelar

Jika dalam 30 hari Fadli Zon tidak menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Aliansi 98 berencana menggelar Aksi Nasional dengan 15.000 massa di depan Kementerian Kebudayaan dan mobilisasi serentak di berbagai kota.

Tuntutan Aliansi Organ 98

  1. Fadli Zon segera meminta maaf secara terbuka kepada korban kekerasan seksual dan seluruh rakyat Indonesia.
  2. Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Fadli Zon dari jabatan Menteri Kebudayaan karena pernyataannya bertentangan dengan nilai Reformasi dan keadilan.
  3. Mobilisasi aksi nasional besar-besaran jika tidak ada respon dalam waktu 30 hari.

Polemik ini membuka kembali luka lama bangsa, sekaligus mengingatkan bahwa rekonsiliasi tidak akan pernah tercapai tanpa pengakuan dan kejujuran sejarah. Bagi para korban, penghapusan ingatan kolektif sama dengan kekerasan baru yang lebih menyakitkan: dihapus dari kebenaran.

“Fadli Zon telah memperkosa sejarah. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi generasi mendatang.” Aliansi Organ 98


Boy Hutasoit 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *