Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung, menyerukan kader GMNI untuk bersatu melawan penjajahan gaya baru menjelang Kongres XXII di Bandung.

Bekasi, – Mediarjn.com – Mengapa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tetap relevan di usia 71 tahun? Pertanyaan ini dijawab secara lugas oleh Ketua DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung, yang menyatakan bahwa GMNI bukan hanya organisasi ekstra kampus, melainkan gerakan ideologis yang berakar dari semangat perlawanan terhadap radikalisme, penindasan, dan bentuk-bentuk penjajahan modern.

“GMNI telah 71 tahun mengabdi untuk bangsa. Perjalanan panjang ini tak sekadar soal usia, tetapi tentang konsistensi dalam menjaga marwah nasionalisme dan membendung arus radikalisme,” ujar Bung Chris, sapaan akrabnya, Rabu (19/6/2024) di Bekasi.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kongres GMNI XXII akan digelar di Bandung

Momentum kongres yang ke-22 ini dinilai sangat sakral. Bagi Bung Chris, kongres bukan hanya rutinitas organisasi, tetapi forum ideologis dan intelektual yang mempertemukan kader GMNI dari seluruh Indonesia untuk merumuskan gagasan strategis demi masa depan NKRI.

“Kongres adalah ajang konsolidasi nasional. Jangan sampai ternodai oleh narasi provokatif yang merusak semangat persatuan,” ujarnya tegas.

Patut Diwaspadai

Dalam pernyataannya, Bung Chris mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terprovokasi oleh suara-suara destruktif yang mengatasnamakan GMNI demi kepentingan tertentu. Ia juga menyoroti potensi adanya intervensi politik praktis, terutama dari oknum elit partai yang ingin menjadikan GMNI sebagai kendaraan ambisi pribadi.

“Harus kita pastikan bahwa setiap suara yang mengklaim kader GMNI perlu diverifikasi. Jangan sampai ada pihak luar yang memakai nama kita untuk agenda pragmatis,” ujar Chris dengan nada waspada.

Bagaimana seharusnya kader GMNI bersikap

Dengan tema “Bersatu Lawan Penjajahan Gaya Baru,” Chris menyerukan seluruh kader GMNI agar meneguhkan barisan ideologis dan memperkuat semangat kolektif untuk menjaga integritas organisasi.

“Tema kita sangat relevan. Di tengah arus globalisasi dan manipulasi informasi, GMNI harus jadi benteng ideologis bangsa,” pungkasnya.

GMNI bukan sekadar organisasi mahasiswa. Ia adalah ruh gerakan kebangsaan yang harus terus menjaga independensi dan idealisme. Dalam menyambut Kongres XXII, tantangan eksternal dan internal harus dihadapi dengan satu sikap: bersatu, cerdas, dan ideologis.

Merdeka!!!


Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *