Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Foto lokasi parkiran siswa SMKN2 Cikarang Barat yang diduga disewa oleh kepala sekolah untuk kegiatan komersial, Dugaan bisnis parkir SMKN2

Cikarang Barat, – Mediarjn.com Praktik dugaan bisnis parkir SMKN2 yang melibatkan Kepala Sekolah SMKN 2 Cikarang Barat mengundang sorotan publik. Informasi yang dihimpun tim Mediarjn.com menunjukkan bahwa lahan parkir motor bagi siswa dipindahkan dari area sekolah ke kompleks ruko yang disinyalir disewa oleh pihak sekolah — atau lebih jauh, oleh kepala sekolah itu sendiri. Selasa, (27/5/2025).

Yang Terjadi

Dugaan bisnis parkir SMKN2, Parkiran siswa SMKN 2 Cikbar yang sebelumnya berada di dalam lingkungan sekolah kini dialihkan ke tiga unit ruko di Kampung Pengkolan, RT 002 RW 004, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. Berdasarkan keterangan lapangan, siswa dikenakan biaya Rp3.000 per kupon parkir setiap kali masuk.

Menyampaikan Informasi

Ketua RT setempat, Agus Rahman, membenarkan keberadaan ruko sebagai lokasi parkir siswa dan menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan atau konsultasi dari pihak sekolah terkait penggunaan lahan tersebut. Ia juga menambahkan, perpindahan lahan parkir ini terjadi setelah adanya larangan dari Gubernur Jawa Barat yang melarang penggunaan lahan sekolah sebagai parkiran komersial.

Ini Berlangsung

Ruko tersebut berjarak sekitar 100 meter dari SMKN 2 Cikarang Barat, berada di jalur yang biasa dilalui para siswa. Posisi ini dinilai strategis, tetapi memicu pertanyaan etis: apakah ini solusi atau bentuk eksploitasi terhadap siswa?

Menjadi polemik

Tokoh Pemuda setempat, Sulaeman, menilai praktik tersebut sangat tidak etis, terlebih dalam situasi sosial ekonomi masyarakat yang belum pulih. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak semestinya menjadi ruang bisnis yang membebani peserta didik. Apalagi, pelajar bukanlah objek komersialisasi.

Tokoh Pemuda setempat, Sulaeman,

“Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang berupaya menurunkan angka pengangguran melalui job fair, namun di sisi lain justru ada oknum kepala sekolah yang memanfaatkan siswa untuk keuntungan pribadi. Ini ironis dan mencederai dunia pendidikan,” ujar Sulaeman.

Respons masyarakat

Respons publik bercampur antara keprihatinan dan tuntutan transparansi. Banyak yang meminta klarifikasi terbuka dari pihak sekolah dan intervensi Dinas Pendidikan. Apabila benar ada unsur komersialisasi di luar prosedur resmi, maka tindakan tegas perlu diberikan demi menjaga marwah pendidikan.

Peralihan Parkir ini Terjadi

Perpindahan lokasi parkir disebut-sebut terjadi pasca larangan Gubernur Jawa Barat mengenai penggunaan lahan sekolah sebagai parkiran. Namun, penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan legalitas dan motif di balik penyewaan ruko tersebut.

Jika benar adanya praktik bisnis parkiran yang melibatkan pejabat sekolah terhadap siswanya, maka ini adalah bentuk pelanggaran etika pendidikan. Dunia sekolah seharusnya menjadi ruang tumbuhnya integritas dan nilai-nilai publik, bukan ladang bisnis personal.


Boy Hutasoit 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *