Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi saluran air dan fasilitas lingkungan di Perumahan Mandosi Permai, Jatiasih. (Sumber: Dok. Pemkot Bekasi.)
Peninjauan Tri Adhianto di Mandosi Permai menyoroti penyempitan saluran air, kerusakan tanggul, akses warga, kreativitas lingkungan, dan progres Taman Mandosi. 4 Hal yang Disorot Tri Adhianto Saat Tinjau Mandosi Permai.
-
Saluran air menuju Kali Cikeas mengalami penyempitan.
Pemerintah menilai perlu rekayasa teknis untuk mengoptimalkan aliran.
Tanggul yang rusak diminta segera diperbaiki untuk mencegah sedimentasi.
Tri Adhianto juga meninjau kreativitas warga dan progres Taman Mandosi.
Tri Adhianto meninjau saluran air di Perumahan Mandosi Permai setelah menerima laporan warga. Ia menemukan penyempitan saluran menuju Kali Cikeas dan kerusakan tanggul yang berpotensi memicu sedimentasi. Tri meminta rekayasa teknis serta perbaikan tanggul dilakukan.
Apa yang Perlu Diketahui?
Tri Adhianto meninjau saluran air Mandosi Permai dan menemukan penyempitan serta tanggul rusak menuju Kali Cikeas. Ia meminta rekayasa aliran dan perbaikan segera.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.
Galery Foto: Tri Adhianto meninjau saluran air dan tanggul di Perumahan Mandosi Permai Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau kondisi saluran air di Perumahan Mandosi Permai dan meminta perbaikan tanggul serta rekayasa aliran menuju Kali Cikeas.
Bekasi, Mediarjn.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi saluran air di kawasan Perumahan Mandosi Permai, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, setelah menerima laporan warga terkait kondisi drainase di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan itu, Tri menemukan penyempitan pada saluran air yang mengarah menuju Kali Cikeas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan bentuk saluran memengaruhi pertemuan aliran air dari kawasan perumahan dengan debit Kali Cikeas.
Tri mengatakan pemerintah perlu menyiapkan penyesuaian dan rekayasa teknis agar kedua aliran dapat bertemu dan mengalir lebih optimal.
“Pada saat pembuangan air dari dalam saluran bertemu dengan arus Kali Cikeas, terjadi benturan aliran. Sehingga perlu ada modifikasi rekayasa agar saluran ini bisa menyatu dan berfungsi lebih optimal,” ujar Tri.
Tanggul Rusak Jadi Perhatian
Selain penyempitan saluran, Tri juga menemukan bagian tanggul yang mengalami kerusakan. Ia meminta pihak terkait segera memperbaiki bagian tersebut agar kerusakan tidak mengganggu sistem drainase.
Menurut Tri, longsoran pada tanggul berpotensi membawa material ke dalam saluran dan memicu sedimentasi. Kondisi itu dapat mengurangi kapasitas saluran dalam mengalirkan air.
“Terlihat ada bagian yang roboh dan ini harus segera diperbaiki. Jangan sampai menimbulkan sedimentasi karena longsoran. Nantinya perlu dibuat tanggul yang lebih baik,” katanya.
Tri meminta perbaikan tidak hanya menyelesaikan bagian tanggul yang rusak, tetapi juga memperhatikan konstruksi agar saluran dapat berfungsi secara berkelanjutan.
Akses Penghubung Warga Ikut Disoroti
Dalam kunjungan tersebut, Tri juga melihat akses jalan yang menghubungkan wilayah di sekitar pembatas Kelurahan Jatiluhur dan Jatiasih.
Menurutnya, akses penghubung tersebut memiliki peran bagi mobilitas warga sehingga perlu mendapat perhatian dalam penataan kawasan.
Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pembangunan maupun penataan fasilitas lingkungan berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat.
Warga Sulap Selokan Jadi Kolam Ikan
Di sisi lain, kunjungan tersebut juga memperlihatkan kreativitas warga Perumahan Mandosi Permai dalam memanfaatkan lingkungan.
Warga memanfaatkan bagian saluran selokan menjadi kolam ikan lele dan nila. Mereka mengelola fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya membuat lingkungan lebih produktif.
Tri mengapresiasi inisiatif tersebut karena menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam mengelola lingkungan.
“Saya mengapresiasi kreativitas warga. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan fasilitas yang ada agar memiliki nilai manfaat,” ungkapnya.
Menurut Tri, inovasi sederhana tersebut dapat menjadi contoh keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan ruang yang memiliki manfaat tambahan bagi warga.
Progres Taman Mandosi Turut Ditinjau
Selain memeriksa saluran air, Tri juga meninjau progres pembangunan Taman Mandosi.
Ia berharap pembangunan ruang publik tersebut segera rampung sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya.
“Harapannya nanti setelah progres pembangunan selesai, peresmian bisa dilakukan bersama masyarakat. Insyaallah kita lihat jadwalnya, kemungkinan mulai November ada waktu untuk bisa bergabung dengan warga,” kata Tri.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melihat langsung kondisi infrastruktur lingkungan sekaligus menindaklanjuti laporan dan kebutuhan warga di kawasan Perumahan Mandosi Permai.
(ADV)





