GERAKAN PUTRA BANGSA bersama AMS Klinik menggelar penyuluhan dan pembinaan kesehatan bagi siswa dan santri di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (18/8/2026). (Sumber: Dok GERAKAN PUTRA BANGSA/Mediarjn.com/Boy Hutasoit).
Penyuluhan GPB dan AMS Klinik membekali siswa serta santri dengan pengetahuan kesehatan reproduksi sekaligus mendorong pembinaan generasi muda yang sehat dan produktif. Berikut 5 Hal Penting dari Edukasi Kesehatan Remaja GPB di Tangerang
-
-
Edukasi kesehatan reproduksi sejak remaja Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan menjaga kesehatan tubuh.
-
Informasi kesehatan dari tenaga medis AMS Klinik menghadirkan tenaga medis untuk memberikan penyuluhan dan konsultasi.
-
Peran keluarga dan sekolah Edukasi kesehatan remaja dinilai membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
-
GPB siapkan program berkelanjutan GPB menyatakan penyuluhan kesehatan merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda.
-
Ada rencana pelatihan digital marketing GPB juga menyiapkan pembekalan keterampilan digital marketing bagi generasi muda untuk mendukung produktivitas dan kemandirian.
-
Penyuluhan bersama AMS Klinik menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi sejak remaja.
Tangerang, Mediarjn.com –GERAKAN PUTRA BANGSA (GPB) kembali menggelar penyuluhan dan pembinaan kesehatan bagi siswa dan santri di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang merupakan pelaksanaan kedua tersebut berfokus pada edukasi kesehatan generasi muda, khususnya kesehatan reproduksi dan pemahaman seksualitas remaja secara benar, sehat, dan bertanggung jawab.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi GPB dengan AMS Klinik Kemang, Jakarta. Selain memberikan materi edukasi, tim medis AMS Klinik juga membuka ruang pelayanan dan konsultasi kesehatan bagi para siswa dan santri.
Kegiatan mendapat sambutan dari pengurus pondok pesantren dan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif berinteraksi serta menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi maupun kesehatan secara umum.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Dinilai Penting
Tenaga medis AMS Klinik, Amel Diar, mengatakan pemahaman remaja mengenai organ reproduksi dan kesehatan seksual masih perlu ditingkatkan.
Menurut dia, sebagian remaja belum memperoleh informasi kesehatan yang memadai sehingga edukasi yang diberikan sejak usia sekolah menjadi penting.
“Remaja saat ini masih sangat minim memiliki pengetahuan tentang organ intim, bahkan ada yang belum memahami apa itu menstruasi dan bagaimana menjaga kesehatan organ kewanitaan. Oleh karena itu, perlu diberikan penyuluhan kesehatan seperti ini agar mereka mendapatkan pemahaman yang benar sejak dini,” kata Amel Diar.
Ia menilai penyampaian informasi melalui forum edukasi yang tepat dapat membantu remaja memahami kesehatan tubuh sekaligus mendorong mereka mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab.
Dokter: Keluarga dan Sekolah Punya Peran
Sementara itu, dr. Ahmad Mediana, Sp.OG, selaku narasumber, Owner AMS Klinik, sekaligus Ketua Dewan Pembina GPB, menilai edukasi kesehatan remaja tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
Menurutnya, keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya memiliki peran dalam memberikan informasi serta pendampingan yang sesuai kepada generasi muda.
“Mempersiapkan generasi penerus bangsa harus dimulai dari mempersiapkan bibitnya. Jika bibitnya bagus, maka akan menghasilkan buah yang berkualitas, begitu juga sebaliknya. Ini harus menjadi tanggung jawab kita semua,” ujar dr. Ahmad.
Ia mengatakan kurangnya pengetahuan dapat membuat remaja mencari informasi melalui sumber yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, pendidikan kesehatan yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membantu remaja memahami pentingnya menjaga diri sekaligus menyaring informasi yang mereka peroleh di tengah perkembangan teknologi.
“Ini harus dimulai sejak dini agar remaja kita tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang buruk, sehingga mereka dapat menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik lahir maupun batin, dengan tujuan menciptakan manusia Indonesia yang hebat,” tambahnya.
GPB Siapkan Program Pembinaan Berkelanjutan
Ketua Umum GERAKAN PUTRA BANGSA, John H. Suryo Wibowo, S.H., mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, produktif, dan berkarakter.
Menurut John, pembentukan generasi berkualitas membutuhkan perhatian terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Edukasi kesehatan reproduksi, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan mental, karakter, dan akhlak.
“GERAKAN PUTRA BANGSA berkomitmen untuk terus melaksanakan program seperti ini. Ini bukan kegiatan yang dilakukan hanya sekali, melainkan merupakan program yang berkelanjutan,” ujar John.
Ia menambahkan, GPB tidak hanya akan mengembangkan kegiatan penyuluhan kesehatan, tetapi juga program pembinaan lain yang dapat memberikan bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Salah satu program yang akan didorong adalah pelatihan digital marketing. Program tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan tambahan kepada siswa sehingga mereka memiliki bekal untuk menjadi generasi yang produktif dan mandiri.
“Selain penyuluhan kesehatan, masih ada program-program berkelanjutan lainnya, termasuk pelatihan digital marketing. Tujuannya agar para siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga ke depan mereka dapat menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam bidang ekonomi,” katanya.
Peserta Antusias Bertanya
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa dan santri tidak hanya mengikuti materi yang diberikan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.
Pertanyaan yang muncul tidak terbatas pada kesehatan reproduksi, tetapi juga mencakup persoalan kesehatan secara umum.
Interaksi tersebut menunjukkan pentingnya ruang edukasi yang aman dan informatif bagi remaja untuk mendapatkan pengetahuan kesehatan dari sumber yang tepat.
Melalui kegiatan tersebut, GPB dan AMS Klinik berharap para siswa dan santri memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan, mampu menjaga diri, serta memahami langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kesehatan dan masa depan mereka.
GPB Dorong Generasi Muda Sehat dan Produktif
Penyuluhan di Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin menjadi bagian dari program sosial dan kemasyarakatan GPB yang diarahkan pada pembinaan generasi muda.
GPB menyatakan program serupa akan terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, termasuk edukasi kesehatan dan peningkatan keterampilan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan generasi muda yang sehat, berpengetahuan, produktif, mandiri, serta memiliki karakter dan akhlak yang baik.
(Boy Hutasoit)

