Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, menyampaikan keterangan pers mengenai komitmen Kejaksaan dalam pemberantasan korupsi dan menjawab berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.(Sumber: Keterangan Pers Kejaksaan Agung RI oleh Febrie Adriansyah | Jampidsus Kejaksaan Agung RI, dikutip CNN Indonesia (YouTube)).
6 Pesan Penting Kejaksaan Agung kepada Publik
-
Penanganan korupsi tetap berjalan.
-
Seluruh proses sesuai SOP.
-
Fokus pada perkara strategis nasional.
-
Hormati proses hukum seluruh aparat.
-
Satgas PKH tetap optimalkan penerimaan negara.
-
Masyarakat diminta bijak menyikapi informasi.
Jampidsus Febrie Adriansyah menegaskan seluruh proses penyidikan dan penuntutan tetap profesional, independen, dan sesuai SOP.
Jakarta, Mediarjn.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia memastikan seluruh proses penegakan hukum, khususnya penanganan perkara tindak pidana korupsi, tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Penegasan tersebut disampaikan dalam Keterangan Pers Kejaksaan Agung RI oleh Febrie Adriansyah selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dikutip tayangan CNN Indonesia melalui kanal YouTube resminya.
Dalam keterangannya, Febrie Adriansyah menyampaikan bahwa berbagai pemberitaan maupun informasi yang beredar terkait institusi Kejaksaan tidak mengganggu jalannya penyidikan, penuntutan, hingga pelaksanaan eksekusi barang bukti. Seluruh jajaran di Gedung Bundar tetap bekerja sebagaimana mestinya untuk menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi perhatian masyarakat dan negara.
“Kegiatan penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga tugas-tugas di lapangan tetap berjalan sesuai SOP. Kami terus menjaga kualitas penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” tegasnya.
Fokus Menangani Perkara Strategis Nasional
Menurut Febrie, Kejaksaan Agung saat ini tengah memfokuskan sumber daya dalam menyelesaikan sejumlah perkara strategis yang menyangkut kepentingan bangsa dan hajat hidup masyarakat.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan tata kelola sektor pertambangan, penanganan tindak pidana korupsi bernilai besar, hingga pengawasan terhadap berbagai program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam menjaga integritas penegakan hukum sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi. Dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi modal penting agar proses hukum dapat berjalan efektif, independen, dan berkelanjutan.
Hormati Seluruh Proses Hukum
Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Febrie juga menanggapi sejumlah isu yang berkembang terkait proses penegakan hukum oleh aparat penegak hukum lainnya.
Ia menegaskan bahwa Kejaksaan menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh institusi penegak hukum lain sesuai kewenangan masing-masing.
“Kita menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Semua harus menunggu hasil penyidikan agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar berdasarkan fakta,” ujarnya.
Menanggapi pemberitaan mengenai penggeledahan sebuah rumah di kawasan Sentul serta isu kepemilikan sejumlah aset yang ramai diperbincangkan di media sosial, Febrie menyatakan bahwa seluruh fakta akan dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Ia juga membantah adanya keterkaitan dirinya maupun Jampidsus dengan berbagai aktivitas bisnis sebagaimana yang berkembang di media sosial. Menurutnya, seluruh informasi tersebut harus diuji melalui proses pembuktian yang sah, bukan melalui opini publik.
Satgas PKH dan Program Prioritas Tetap Berjalan
Selain penindakan perkara korupsi, Kejaksaan Agung juga memastikan tugas-tugas lain tetap berjalan, termasuk melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif terhadap perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya.
Apabila ditemukan unsur pidana dalam pelaksanaannya, Kejaksaan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Kejaksaan juga menyatakan komitmennya mendukung keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program prioritas nasional lainnya agar berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ajak Publik Bijak Menyikapi Informasi
Mengakhiri keterangannya, Febrie Adriansyah mengajak masyarakat agar lebih bijak menyikapi setiap informasi yang beredar mengenai proses penegakan hukum.
Ia menegaskan bahwa Kejaksaan Agung akan terus menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, independen, transparan, serta bertanggung jawab sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim penegakan hukum yang sehat serta memberikan ruang bagi setiap proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” tutupnya.
(Red)

