Memuat berita terbaru...  

Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif"
Slider Banner HUT RI 80  
   
DOHAR KAJARI SEMARANG KAJARI TOBA Muslih dan Istri PREDI P SIBARANI Ucapan Nataru Kaprodi U-MPU Tantular Ucapan Nataru Boy Hutasoit quotes Jurnalistik    

Sekber Gokesu dan Pimpinan Gereja di Sumut Tegaskan Perlawanan terhadap Kejahatan Ekologis


MEDAN, Mediarjn.com  Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatera Utara (Sekber Gokesu) menggelar perayaan Bona Taon di Jetun Silangit, Jumat (10/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan sikap gereja-gereja di Sumatera Utara dalam melawan berbagai bentuk kejahatan ekologis yang terus terjadi dan dibiarkan.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 1.000 peserta, terdiri dari para pimpinan gereja di Sumatera Utara, antara lain Ephorus HKBP, Ephorus HKI, Ephorus GKPS, serta perwakilan GKPI melalui Sekretaris Jenderal. Turut hadir pula perwakilan Keuskupan Agung Medan melalui Vikaris Episkopal, organisasi mahasiswa, komunitas masyarakat adat, serta berbagai organisasi masyarakat sipil.

Ketua Umum Sekber Gokesu, Pastor Walden Sitanggang, dalam pernyataannya menegaskan bahwa gereja tidak dapat tinggal diam menyaksikan kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat aktivitas perusahaan-perusahaan perusak alam yang seolah mendapat perlindungan, serta adanya pembiaran oleh negara.

Ia menegaskan, bencana yang berulang di Sumatera Utara bukanlah semata-mata takdir, melainkan dampak nyata dari eksploitasi alam yang berlebihan.

“Kerusakan ini lahir dari keserakahan yang dilegitimasi oleh kebijakan. Gereja berdiri bersama rakyat dan masyarakat adat untuk menghentikan perusakan rumah bersama kita, yaitu bumi,” tegas Pastor Walden.

Dalam kesempatan itu, Sekber Gokesu juga mengumumkan rencana aksi damai yang akan digelar pada 27 Januari 2026 di depan Istana Presiden Republik Indonesia. Pada momentum tersebut, Sekber Gokesu bersama pimpinan gereja di Sumatera Utara akan menyerahkan pernyataan sikap resmi yang berisi tuntutan, salah satunya agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup secara permanen.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pemulihan lingkungan, Sekber Gokesu turut menyerahkan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Langkah ini menjadi simbol komitmen gereja dan elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya memulihkan alam yang telah rusak.

Melalui kegiatan ini, Sekber Gokesu berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral bersama, serta menjadi panggilan iman untuk melindungi kehidupan generasi hari ini dan masa depan.


BMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *