Memuat berita terbaru...  

 (000) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.

 (002) Ucapan Idulfitri 1447 H 2026 M. PWI Peradi.

Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Papua pada 31 Maret 2026, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas, humanis, dan berkeadilan untuk melindungi kekayaan alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat Papua.

Jakarta, – Mediarjn.com Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan bahwa penegakan hukum yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di wilayah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua pada Selasa (31/03/2026).

Penegakan Hukum di Papua Menjadi Prioritas

Dalam arahannya, Jaksa Agung menyoroti kekayaan alam Papua yang melimpah, mulai dari sumber daya mineral hingga hasil laut, yang harus dikelola secara legal dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas dan berintegritas menjadi fondasi penting dalam menjaga kekayaan tersebut agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat adat dan kemakmuran nasional.

Pesan Strategis Jaksa Agung kepada Jajaran Kejaksaan

Jaksa Agung menginstruksikan seluruh jajaran untuk menginternalisasi Rencana Strategis Kejaksaan 2025–2029, dengan fokus pada penegakan hukum yang:

  • Berkeadilan
  • Humanis
  • Modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman

Selain itu, ia menegaskan bahwa kepercayaan publik harus dijaga melalui kinerja nyata, bukan sekadar capaian administratif.

Peran Kejaksaan dalam Mendukung Program Nasional

Kejaksaan juga berperan aktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya:

  • Pengawalan 38 Proyek Strategis Nasional di Papua dengan nilai sekitar Rp3,7 triliun
  • Program Jaksa Mandiri Pangan
  • Pendampingan program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Pengawasan terhadap 999 Koperasi Desa Merah Putih

Dalam bidang intelijen, deteksi dini terhadap ancaman dan gangguan menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas pembangunan.

Penanganan Perkara dan Pemberantasan Korupsi

Dalam bidang tindak pidana khusus, Jaksa Agung menegaskan bahwa pemberantasan korupsi di daerah harus dilakukan secara optimal dan tidak kalah agresif dibandingkan di tingkat pusat.

Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus tidak hanya terfokus pada perkara kecil, tetapi juga berani menyentuh kasus besar dengan kerugian negara signifikan, seperti:

  • Dugaan korupsi dana PON XX Papua
  • Pembangunan sarana aerosport di Mimika

Selain itu, terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp97,14 miliar yang harus dioptimalkan pemulihannya.

Pendekatan Hukum dalam Tindak Pidana Umum

Jaksa Agung mendorong penerapan keadilan restoratif, yang dinilai selaras dengan kearifan lokal masyarakat Papua yang mengedepankan penyelesaian secara adat dan damai.

Namun demikian, ia juga mencatat sejumlah tantangan, seperti:

  • Minimnya fasilitas balai rehabilitasi
  • Masih adanya tunggakan eksekusi perkara dan barang bukti

Penekanan dalam Pengawasan dan Integritas Internal

Dalam aspek internal, Jaksa Agung menegaskan pentingnya:

  • Sistem meritokrasi untuk mencegah praktik penyalahgunaan jabatan
  • Larangan gaya hidup berlebihan (flexing) yang dapat merusak citra institusi
  • Transparansi pelaporan LHKPN dan implementasi SAKIP

Selain itu, hingga Maret 2026, Badan Pemulihan Aset berhasil mengembalikan aset negara senilai Rp15,5 miliar, yang menjadi capaian positif namun tetap perlu ditingkatkan.

Tantangan dan Pesan Penutup Jaksa Agung

Menutup arahannya, Jaksa Agung mengingatkan seluruh jajaran untuk mewaspadai fenomena “corruptors fight back”, yakni perlawanan balik dari pelaku korupsi.

Ia juga menekankan pentingnya:

  • Menjaga integritas dan profesionalisme
  • Memanfaatkan media sosial secara bijak
  • Menyampaikan kinerja secara transparan kepada publik

Menuju Penegakan Hukum yang Berkeadilan dan Bermartabat

Kunjungan kerja Jaksa Agung di Papua menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antar lembaga dan integritas aparatur, diharapkan kekayaan alam Papua dapat dikelola secara optimal untuk kemakmuran rakyat serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *