Memuat berita terbaru...  

Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif"
Slider Banner HUT RI 80  
   
DOHAR KAJARI SEMARANG KAJARI TOBA Muslih dan Istri PREDI P SIBARANI Ucapan Nataru Kaprodi U-MPU Tantular Ucapan Nataru Boy Hutasoit quotes Jurnalistik    
Peringatan Dies Natalis ke-76 GMKI bersama civitas dari seluruh Indonesia dengan seruan kebangkitan besar organisasi.

Momentum Refleksi dan Konsolidasi Nasional

Jakarta, – Mediarjn.com Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memperingati hari jadinya yang ke-76 pada 9 Februari 2026. Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus peneguhan komitmen menuju kebangkitan besar GMKI di masa depan.

Dalam peringatan Dies Natalis tersebut, seluruh civitas GMKI dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote, diajak untuk mengenang 76 tahun perjuangan organisasi serta menatap visi besar bertajuk “Masa Depan Milik GMKI” (GMKI’s Future).

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti, dalam pernyataannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) se-Indonesia, senior, anggota, dan civitas GMKI.

Ia menegaskan bahwa selama 76 tahun, GMKI terus berupaya mewujudkan dirinya sebagai “rumah doa dan rumah talenta” — ruang pengembangan spiritual, kaderisasi, serta kultivasi kepemimpinan yang berintegritas dan berdaya saing.

Refleksi Sejarah dan Tantangan Internal Organisasi

Sebagai organisasi mahasiswa Kristen dengan akar sejarah panjang, GMKI disebut telah berkontribusi dalam perkembangan perguruan tinggi, gereja, dan kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari dinamika internal. Organisasi sempat menghadapi tantangan berupa segregasi internal, degradasi kaderisasi, kerapuhan moral dan spiritual, hingga menurunnya kepercayaan publik.

“Kebangkitan GMKI telah menjadi impian besar kader,” ujar Prima.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi titik balik bagi kepengurusan PP GMKI periode 2025–2027 untuk menghadirkan pembaruan dengan prinsip menjadikan hikmat sebagai napas organisasi dan keutuhan sebagai prioritas utama.

Transformasi Organisasi: Transparansi, Inovasi, dan Digitalisasi

Dalam upaya mewujudkan pembaruan, PP GMKI mengusung agenda transformasi organisasi yang transparan, efisien, dan relevan dengan dinamika zaman, sebagaimana mandat Kongres ke-39 GMKI di Samarinda.

Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain:

  • Revitalisasi sekretariat PP GMKI sebagai simbol pemulihan martabat organisasi;
  • Perubahan orientasi program dari rutinitas menuju program berbasis inovasi, berdampak, dan berkelanjutan;
  • Penguatan kolaborasi nasional dan internasional;
  • Pengembangan superweb atau platform digital sebagai pusat data dan ekosistem manajemen organisasi modern.

Platform digital tersebut diharapkan mampu mengubah sistem manajemen konvensional menjadi lebih transparan, efisien, serta akuntabel.

Program Beasiswa dan Akses Kerja untuk Kader

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, PP GMKI juga menggandeng berbagai kampus untuk menghadirkan program beasiswa yang telah didistribusikan kepada sekitar 800 kader GMKI di seluruh Indonesia dengan total nilai mencapai kurang lebih Rp6 miliar.

Selain itu, di tengah tingginya angka pengangguran lulusan sarjana, GMKI menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan guna membuka akses peluang kerja bagi kader.

Langkah ini dinilai sebagai wujud konkret komitmen menjadikan GMKI sebagai rumah talenta yang melahirkan akademisi unggul dan berdaya saing.

Respons terhadap Isu Kemanusiaan dan Kebangsaan

GMKI juga menegaskan peran sosialnya dalam merespons berbagai bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui aksi solidaritas serta penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

Di sisi lain, organisasi ini menegaskan komitmennya menjaga nilai oikumenis nasionalisme, kedaulatan NKRI, supremasi hukum, serta menolak paham anti-demokrasi dan radikalisme yang mengancam kemajemukan bangsa.

GMKI menyatakan diri tetap setia pada prinsip “dwi kewarganegaraan” — sebagai warga negara Indonesia sekaligus warga Kerajaan Allah — dalam menjalankan peran sosial dan kebangsaan.

Seruan Kebangkitan Besar GMKI

Menutup pernyataannya, Prima Surbakti menyerukan seluruh civitas GMKI untuk melupakan perpecahan masa lalu dan bersama-sama membangun organisasi yang solid, berintegritas, serta konsisten pada nilai-nilai profetik.

“Masa depan adalah milik GMKI. Kita akan bersama-sama mencapai tujuan membangun organisasi untuk kebangkitan besar GMKI,” tegasnya.

Peringatan Dies Natalis ke-76 ini menjadi tonggak konsolidasi nasional bagi GMKI untuk memperkuat kaderisasi, menjaga eksistensi gereja, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia yang adil dan bermartabat.


Oleh: Prima Surbakti
Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2025–2027

(Boy Hutasoit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *