Memuat berita terbaru...  

Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif"
Slider Banner HUT RI 80  
   
  Drs. Boan. M. Pd. Ketua MKKS SMKN Kota Bekasi  Drs. H. Ahmad Tajiri. MA. Ketua Sr 05 SMPN Kab Bekasi Waluyo, M.SI. Kepala SMAN 05 KOTA BEKASi DIDI Kepala MKKS SMAN Kabupaten Bekasi quotes Jurnalistik HUT KEJAKSAAN RI 80 BANNER 000    
Nur Sricahyawijaya, Kasi Penkum Kejati Jawa Barat sedang memberikan keterangan pers terkait penerangan hukum dan transparansi publik.

Profil dan Peran Strategis di Kejati Jawa Barat

Bandung, – Mediarjn.com Nur Sricahyawijaya, SH., MH., merupakan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang memegang peran strategis sebagai juru bicara lembaga. Dalam kapasitasnya tersebut, Nur bukan hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjaga kepercayaan (public trust) terhadap institusi Kejaksaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Sebagai wajah komunikasi Kejati Jabar, ia dituntut memahami dinamika hukum sekaligus menyampaikan setiap perkembangan perkara secara tepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Tantangan Kepercayaan Publik di Era Informasi Terbuka

Kepercayaan publik merupakan salah satu indikator penting dalam legitimasi kelembagaan penegak hukum. Tingginya penghargaan masyarakat terhadap profesionalisme dan integritas Kejaksaan RI menjadikan tugas menjaga public trust sebagai tanggung jawab besar bagi setiap insan Adhyaksa, termasuk di tingkat provinsi.
Dalam konteks ini, Nur menghadapi tantangan besar: memastikan seluruh informasi Kejaksaan tersampaikan secara benar, objektif, dan terbebas dari kesalahan, demi menghindari disinformasi yang kerap berkembang di ruang publik digital.

Lingkup Tugas dan Ruang Institusional di Jawa Barat

Sebagai bagian dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat—salah satu institusi penegak hukum terbesar di Indonesia—Nur menjalankan fungsi penerangan hukum yang berhubungan langsung dengan masyarakat, akademisi, media, serta pemangku kepentingan lainnya.
Perannya menjadi penting mengingat Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan intensitas perkara, dinamika sosial, dan perhatian publik yang tinggi.

Relevansi Tugas di Tengah Dinamika Sosial-Hukum Masa Kini

Artikel mengenai kiprah Nur Sricahyawijaya dipublikasikan pada 21 November 2025, menggambarkan momentum aktual peran humas Kejaksaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi hukum yang terpercaya.
Transparansi dan komunikasi publik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah kebutuhan yang menentukan kredibilitas lembaga penegak hukum di era modern.

Strategi Komunikasi Transparan yang Dibangun Nur Sricahyawijaya

Dalam menjalankan fungsi sebagai Kasi Penkum, Nur menerapkan beberapa pendekatan penting, antara lain:

  • Verifikasi informasi secara ketat, memastikan setiap informasi telah memenuhi unsur akurasi dan tidak menimbulkan misinterpretasi publik.
  • Pendekatan humanis dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, selaras dengan nilai integritas dan profesionalisme insan Adhyaksa.
  • Pemahaman mendalam terhadap regulasi dan konteks hukum, sehingga setiap penjelasan yang diberikan kepada media maupun publik tetap berada dalam kerangka normatif yang benar.
    Dengan pendekatan tersebut, ia menjaga agar setiap pesan publik dari Kejati Jabar dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan ruang spekulasi.

Dampak Peran Humas terhadap Publik dan Institusi Penegak Hukum

Keberadaan figur humas yang kompeten seperti Nur memberikan dampak langsung terhadap beberapa pihak:

  • Masyarakat, yang mendapatkan akses informasi hukum yang jelas dan dapat dipercaya.
  • Media, yang memperoleh narasumber kompeten dan terverifikasi saat meliput perkembangan penegakan hukum.
  • Institusi Kejaksaan, yang reputasinya terjaga melalui komunikasi publik yang efektif dan kredibel.
    Dengan demikian, posisi Kasi Penkum tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga penjaga wibawa kelembagaan.

Public Trust sebagai Fondasi Penegakan Hukum Modern

Dalam perspektif akademis, public trust adalah modal sosial yang paling menentukan legitimasi lembaga penegak hukum. Tanpa kepercayaan publik, baik keputusan maupun langkah hukum seringkali dipertanyakan dan melemahkan efektivitas institusi.
Melalui peranannya, Nur Sricahyawijaya memperlihatkan bahwa penegakan hukum modern tidak hanya bertumpu pada proses penyidikan dan penuntutan, tetapi juga pada keterbukaan informasi, akuntabilitas, serta komunikasi publik yang berintegritas.

Penutup

Peran Nur Sricahyawijaya dalam menjaga kepercayaan publik bukan sekadar fungsi komunikasi, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem penegakan hukum modern yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap lembaga penegak hukum, kehadirannya sebagai Kasi Penkum Kejati Jawa Barat menjadi jembatan strategis antara institusi dan publik.

Dengan pendekatan profesional, verifikasi informasi yang ketat, serta komitmen pelayanan yang humanis, Nur menunjukkan bahwa kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui kinerja hukum, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, transparansi dan integritas komunikasi publik merupakan fondasi kuat bagi Kejaksaan dalam mempertahankan reputasi sebagai institusi hukum yang dipercaya masyarakat.


(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *