BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru Mediarjn.com...
Memuat tanggal dan waktu...
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Avatar Redaksi

Pemerintah Kabupaten Toba bersama Yayasan Peduli Danau Toba (YPDT) mendukung pelestarian tanaman endemik sekaligus pengembangan produk UMKM berbasis tanaman lokal melalui Pameran Tanaman Endemik Toba di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Sabtu (31/10/2026). (Sumber: Media Center Pemkab Toba (MC Toba).)

 
Lima hal penting dari Pameran Tanaman Endemik Toba, mulai dari dukungan pemerintah daerah, potensi tanaman lokal, peluang produk UMKM, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berikut 5 Fakta Pameran Tanaman Endemik Toba, Peluang UMKM hingga Skincare.
  • Pemkab Toba dukung pelestarian tanaman endemik melalui pameran.
  • Andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa tampil dalam produk UMKM.
  • YPDT dorong tanaman lokal menjadi bahan baku parfum dan skincare.
  • Pameran di Taman Gurgur libatkan pemerintah dan pelaku UMKM.
  • Pelestarian tanaman endemik perlu berjalan seiring pengembangan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Toba mendukung pelestarian tanaman endemik sekaligus pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui Pameran Tanaman Endemik Toba di Taman Gurgur. Kegiatan tersebut menampilkan produk UMKM berbahan tanaman lokal seperti andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa. YPDT mendorong pengembangan tanaman lokal menjadi produk bernilai tinggi dengan tetap menjaga kelestariannya. RINGKASAN BERITA Pemerintah Kabupaten Toba bersama Yayasan Peduli Danau Toba menggelar Pameran Tanaman Endemik Toba di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Sabtu (31/10/2026). Pameran menampilkan produk UMKM berbahan tanaman lokal, seperti andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa. Ketua Umum YPDT Maruap Siahaan mendorong pengembangan tanaman tersebut menjadi produk bernilai tinggi, termasuk parfum dan skincare. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Apa yang Perlu Diketahui?
Pemerintah Kabupaten Toba bersama Yayasan Peduli Danau Toba menggelar Pameran Tanaman Endemik Toba di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Sabtu (31/10/2026). Pameran menampilkan produk UMKM berbahan tanaman lokal, seperti andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa. Ketua Umum YPDT Maruap Siahaan mendorong pengembangan tanaman tersebut menjadi produk bernilai tinggi, termasuk parfum dan skincare. Kegiatan ini diharapkan memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Galery Foto: Pameran tanaman endemik Toba dan produk UMKM berbahan andaliman, kemenyan, mobe, serta antarasa di Taman Gurgur.


Pameran di Taman Gurgur mempertemukan upaya pelestarian tanaman lokal dengan peluang ekonomi kreatif. YPDT mendorong pengembangan produk bernilai tinggi tanpa mengabaikan kelestarian alam.

TOBA, MEDIARJN.COM – Tanaman endemik Toba tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Potensi tersebut menjadi perhatian dalam Pameran Tanaman Endemik Toba yang berlangsung di Taman Gurgur, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan upaya pelestarian tanaman lokal dengan pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis potensi alam daerah.

Pameran tersebut menampilkan berbagai produk UMKM yang memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan utama, di antaranya andaliman, kemenyan, mobe, antarasa, dan sejumlah jenis tanaman lainnya.

Pemerintah Kabupaten Toba mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan tanaman endemik sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber daya lokal.

Bupati Toba yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Jonni D.P. Lubis, membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pemkab Toba Dorong Pelestarian Tanaman Lokal

Dalam sambutannya, Jonni D.P. Lubis berharap pameran tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian tanaman endemik di Kabupaten Toba.

Menurutnya, keberadaan tanaman lokal perlu dijaga karena memiliki potensi untuk mendukung perekonomian masyarakat apabila dikelola dan dikembangkan secara tepat.

“Harapan kita, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melestarikan tanaman endemik di Kabupaten Toba serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Jonni.

Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi tanaman lokal.

YPDT Bidik Tanaman Endemik Jadi Produk Bernilai Tinggi

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Peduli Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, mengajak seluruh pihak mengambil langkah nyata untuk menjaga kelestarian tanaman endemik Toba sejak sekarang.

Ia menilai tanaman lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi apabila masyarakat mampu mengolahnya melalui inovasi dan pengembangan produk.

Maruap mencontohkan potensi pemanfaatan tanaman endemik sebagai bahan baku parfum, produk perawatan kulit atau skincare, serta berbagai produk turunan lainnya.

“Pelestarian tanaman endemik Toba harus kita mulai dari sekarang. Tanaman-tanaman ini memiliki potensi yang luar biasa untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti parfum, produk perawatan kulit (skincare), dan berbagai produk lainnya. Karena itu, kita perlu menjaga kelestariannya sekaligus mengembangkan potensi ekonominya,” ungkap Maruap.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan melalui pemanfaatan tanaman lokal secara bertanggung jawab.

Andaliman hingga Kemenyan, Peluang Baru bagi UMKM Toba

Keberadaan berbagai produk berbahan tanaman lokal dalam pameran tersebut menjadi gambaran awal potensi ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam Kabupaten Toba.

Andaliman, kemenyan, mobe, dan antarasa merupakan sejumlah tanaman yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Pengembangan bahan baku lokal menjadi produk olahan berpotensi membuka ruang inovasi bagi pelaku UMKM, mulai dari pengolahan bahan, pengemasan, penguatan merek, hingga pemasaran.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan. Pelaku UMKM perlu memperoleh pendampingan terkait standar kualitas, keamanan produk, perizinan, akses pasar, dan pengembangan teknologi pengolahan.

Di sisi lain, pemanfaatan tanaman endemik juga harus memperhatikan ketersediaan bahan baku agar kegiatan ekonomi tidak justru mendorong eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Dengan demikian, peningkatan nilai ekonomi tanaman lokal perlu berjalan seiring dengan perlindungan habitat dan keberlanjutan populasi tanaman tersebut.

Sejumlah Pejabat dan Peserta Hadiri Pameran

Pameran Tanaman Endemik Toba turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, Aset, dan SDA Darwin Sianipar.

Hadir pula Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Toba Sofian Sitorus; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toba Porman Nainggolan; serta Camat Tampahan Ramli Marpaung.

Panitia YPDT dan seluruh peserta pameran juga mengikuti kegiatan tersebut.

Pameran ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan promosi tanaman lokal, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Kabupaten Toba.

Sebab, kekayaan alam daerah akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat mampu menjaga, mengolah, dan mengembangkannya secara berkelanjutan.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIARJN.COM

SUARAKAN BRAND, PERLUAS JANGKAUAN.

Publikasikan informasi, kegiatan, produk, dan layanan Anda melalui ekosistem pemberitaan MEDIARJN.

KERJA SAMA MEDIA
KERJA SAMA MEDIA
Hubungi Kami