BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru Mediarjn.com...
Memuat tanggal dan waktu...
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Mediarjn.com
Avatar Redaksi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegur jajaran Satpol PP setelah kembali menemukan PKL berjualan di badan jalan saat CFD di Jalan Ahmad Yani.
Sumber: Dokumentasi kegiatan/Pemerintah Kota Bekasi (sesuaikan dengan sumber foto yang digunakan).

 

Teguran Tri Adhianto menjadi pengingat bahwa penataan PKL membutuhkan pengawasan berkelanjutan, ketegasan petugas, dan lokasi berdagang yang jelas agar ketertiban ruang publik tetap terjaga. 3 Poin Penting di Balik Teguran Tri Adhianto kepada Satpol PP Bekasi.
  • Tri Adhianto menegur Satpol PP setelah PKL kembali berjualan di badan jalan.
  • Wali Kota meminta petugas meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan.
  • Penataan PKL harus berkelanjutan dan tetap memberi kejelasan lokasi usaha.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegur Satpol PP setelah menemukan PKL kembali berjualan di badan jalan saat CFD. Ia meminta petugas memperkuat pengawasan, menjalankan penertiban secara konsisten, dan mengarahkan pedagang ke lokasi yang sesuai.
Apa yang Perlu Diketahui?
Tri Adhianto menegur Satpol PP Kota Bekasi setelah PKL kembali berjualan di badan jalan saat CFD di Jalan Ahmad Yani, Minggu (11/10/2026). Ia meminta pengawasan diperkuat dan penataan pedagang dilakukan secara konsisten dengan tetap memperhatikan kejelasan lokasi usaha.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.

Galery Foto: Tri Adhianto mengevaluasi pengawasan Satpol PP terhadap PKL saat Car Free Day di Kota Bekasi.


Wali Kota Bekasi meminta Satpol PP memperkuat pengawasan dan menindaklanjuti penataan PKL secara konsisten agar kegiatan Car Free Day berlangsung tertib dan nyaman.

BEKASI, Mediarjn.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegur jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi setelah kembali menemukan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di badan jalan saat meninjau kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (11/10/2026).

Tri menilai pengawasan petugas perlu diperkuat karena sejumlah pedagang kembali berjualan di lokasi yang sebelumnya telah mendapat teguran. Saat peninjauan berlangsung, keberadaan anggota Satpol PP yang bertugas mengawasi ketertiban lingkungan juga terlihat lengang.

Menanggapi kondisi tersebut, Tri langsung memerintahkan Kepala Satpol PP Kota Bekasi mengumpulkan anggotanya untuk mengikuti apel evaluasi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Ia meminta seluruh petugas meningkatkan kesiapsiagaan, ketegasan, dan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban ruang publik.

“Satpol PP harus hadir dan menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai pelanggaran yang sudah ditegur kembali terjadi karena pengawasan tidak berjalan maksimal. Saya minta seluruh anggota lebih sigap, tegas, dan bertanggung jawab,” ujar Tri.

Tri Tekankan Penataan PKL, Bukan Sekadar Penertiban

Tri menjelaskan, penertiban PKL bukan semata-mata melarang masyarakat berdagang. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan pedagang menjalankan kegiatan usaha di lokasi yang telah disediakan agar tidak mengganggu kepentingan umum maupun aktivitas pengguna jalan.

Ia juga meminta Satpol PP menjalankan pengawasan secara konsisten. Menurut Tri, pelanggaran yang terus berulang dapat menghambat upaya pemerintah dalam menata ruang publik dan menegakkan aturan.

“Kalau petugas tegas, konsisten, dan melakukan pengawasan dengan baik, masyarakat akan memahami aturan yang berlaku. PKL harus diarahkan untuk berjualan di tempat yang semestinya, bukan di badan jalan yang mengganggu ketertiban,” tegasnya.

Penataan PKL Harus Berkelanjutan

Tri mencontohkan penataan PKL di kawasan Pasar Baru yang melibatkan Satpol PP bersama tim gabungan. Melalui tindakan berkelanjutan, pemerintah berupaya mengarahkan pedagang agar menempati lokasi yang telah disediakan.

Ia menegaskan, penertiban tidak boleh berhenti pada tindakan sesaat. Petugas harus melanjutkan pengawasan sampai masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

“Jangan hanya melakukan penertiban sesaat. Pengawasan harus terus berjalan sampai aturan benar-benar dipatuhi. Kita ingin Kota Bekasi tertib, tetapi penataan juga harus memberi kejelasan kepada pedagang agar mereka bisa berusaha di tempat yang tepat,” tambah Tri.

Evaluasi Kinerja Satpol PP Jadi Sorotan

Teguran kepada Satpol PP tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan ruang publik. Namun, berulangnya aktivitas PKL di badan jalan juga menegaskan pentingnya pengawasan yang konsisten setelah petugas memberikan teguran.

Penataan PKL membutuhkan pengawasan lapangan yang berkelanjutan, kejelasan lokasi berjualan, serta pelaksanaan aturan secara konsisten. Dengan demikian, kegiatan masyarakat seperti CFD dapat berlangsung tertib tanpa mengabaikan kebutuhan pedagang untuk menjalankan usaha di tempat yang sesuai.

Keberhasilan penataan tidak hanya bergantung pada teguran atau apel evaluasi, tetapi juga pada tindak lanjut petugas di lapangan dan kepatuhan terhadap aturan. Pemerintah Kota Bekasi diharapkan terus memastikan penataan berlangsung secara terukur, tertib, dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIARJN.COM

SUARAKAN BRAND, PERLUAS JANGKAUAN.

Publikasikan informasi, kegiatan, produk, dan layanan Anda melalui ekosistem pemberitaan MEDIARJN.

KERJA SAMA MEDIA
KERJA SAMA MEDIA
Hubungi Kami