Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin Apel Pagi jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (28/9/2026). (Sumber: Dok. Pemkot Bekasi.)
Dari penguatan ekonomi pasar tradisional hingga penanganan sampah dan disiplin ASN, sejumlah agenda Kota Bekasi mendapat perhatian Tri Adhianto. Gebrak Pasar hingga Sampah, Ini 4 Arahan Tri Adhianto.
-
Tri Adhianto mendorong program Gebrak Pasar di Kota Bekasi.
Program menyasar aparatur dan masyarakat setiap awal bulan.
Proyeksi perputaran uang mencapai Rp150 juta jika melibatkan 1.500 orang.
Tri juga meminta percepatan penanganan sampah dan evaluasi sistem presensi ASN.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong aparatur dan masyarakat mengikuti program Gebrak Pasar untuk meningkatkan transaksi di pasar tradisional dan menggerakkan ekonomi pedagang serta UMKM. Dengan asumsi 1.500 peserta membelanjakan Rp100 ribu, Tri memproyeksikan potensi perputaran uang sekitar Rp150 juta dalam satu kegiatan.
Apa yang Perlu Diketahui?
Tri Adhianto mendorong Gebrak Pasar sebagai gerakan belanja di pasar tradisional setiap awal bulan. Program ini diharapkan meningkatkan transaksi pedagang dan UMKM. Dalam apel yang sama, Tri juga meminta percepatan penanganan sampah, evaluasi sistem presensi ASN, serta menyampaikan rencana bantuan Rp2,1 miliar untuk Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Editorial Note: Artikel ini telah melalui proses penyuntingan dan peninjauan oleh tim redaksi Mediarjn.com.
Program Gerakan Belanja ke Pasar akan menyasar aparatur dan masyarakat setiap awal bulan untuk mendorong transaksi pedagang tradisional dan UMKM.
KOTA BEKASI, Mediarjn.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong aparatur dan masyarakat kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui program Gebrak Pasar (Gerakan Belanja ke Pasar).
Tri menyampaikan program tersebut saat memimpin Apel Pagi jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (28/9/2026). Pemerintah Kota Bekasi akan mulai menjalankan program Gebrak Pasar pada Jumat mendatang.
Melalui program itu, Tri ingin menggerakkan aktivitas ekonomi pedagang pasar sekaligus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bekasi.
Tri menginstruksikan jajaran Pemkot Bekasi ikut berbelanja berbagai kebutuhan di pasar tradisional setelah mengikuti kegiatan senam bersama di Pasar Baru.
Menurut Tri, kondisi pasar di Kota Bekasi kini semakin baik, baik dari aspek kebersihan, keamanan maupun penataan. Ia juga menilai harga sejumlah kebutuhan di pasar cukup kompetitif sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu meningkatkan aktivitas perdagangan.
Tri memilih momentum tanggal muda sebagai waktu pelaksanaan Gebrak Pasar. Alasannya, masyarakat dan aparatur biasanya mulai memenuhi kebutuhan belanja bulanan pada periode tersebut.
Ia memperkirakan gerakan tersebut dapat menciptakan perputaran uang yang cukup besar jika melibatkan banyak peserta.
“Kita inisiasi setiap awal bulan di tanggal muda dengan harapan belanja bulanan pegawai beralih ke pasar. Jika rata-rata belanjanya Rp100.000 dan dihadiri sekitar 1.500 orang, setidaknya ada Rp150 juta perputaran uang yang beredar di pasar pada hari itu,” ujar Tri Adhianto.
Bagi Tri, Gebrak Pasar bukan sekadar kegiatan belanja bersama. Program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat agar kembali melihat pasar tradisional sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Semakin banyak masyarakat bertransaksi di pasar, semakin besar pula peluang pedagang dan pelaku UMKM mendapatkan manfaat langsung dari perputaran ekonomi tersebut.
Tri Soroti Persoalan Sampah
Dalam apel yang sama, Tri juga meminta jajaran Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penanganan persoalan sampah.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengambil langkah yang lebih cepat dan solutif, termasuk menangani sampah di sungai serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
Tri juga meminta hasil studi dan pembelajaran dari daerah lain tidak berhenti pada kegiatan studi banding. Menurutnya, pemerintah perlu menerjemahkan hasil pembelajaran tersebut menjadi program konkret yang sesuai dengan kondisi Kota Bekasi.
Sistem Presensi ASN Ikut Dievaluasi
Tri turut menyoroti kedisiplinan aparatur, terutama terkait kehadiran dalam apel pagi.
Ia meminta BKPSDM Kota Bekasi mengkaji sekaligus menyatukan sistem presensi Beetri dan fingerprint. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran sekaligus meminimalkan potensi manipulasi presensi.
Pemkot Bekasi Siapkan Bantuan Rp2,1 Miliar untuk NTT
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menyampaikan rencana penyerahan bantuan kemanusiaan Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp2,1 miliar beserta pakaian layak pakai untuk Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, Tri memberikan apresiasi atas capaian DPPKB Kota Bekasi di tingkat Jawa Barat serta prestasi siswa SMAN 1 dan SMAN 10 Kota Bekasi.
Rangkaian arahan tersebut menunjukkan bahwa apel pagi Pemkot Bekasi tidak hanya membahas agenda pemerintahan, tetapi juga mengaitkan penguatan ekonomi lokal, persoalan lingkungan, kedisiplinan aparatur, kepedulian kemanusiaan, dan capaian pendidikan dalam agenda pembangunan Kota Bekasi.
(ADV)

