Sidang perkara dugaan korupsi terkait Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada 31 Maret 2026
Jakarta, – Mediarjn.com – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait PT Pertamina kembali menyita perhatian publik setelah muncul indikasi keterangan palsu dari salah satu saksi kunci. Sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (31/03/2026), menghadirkan saksi Irawan Prakoso.
Terjadi dalam Persidangan
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyana Setia Putra mengungkap dugaan adanya keterangan yang tidak sesuai fakta dari saksi Irawan Prakoso.
Pemeriksaan saksi berfokus pada keterlibatannya dalam proses akuisisi PT Orbit Terminal Merak yang berkaitan dengan PT Pertamina.
Keterangan Saksi Dipersoalkan
Pada awal sidang, Irawan menyampaikan bahwa ketidakhadirannya dalam pemanggilan penyidik sebelumnya disebabkan oleh kondisi kesehatan saat berada di luar negeri.
Namun, dalam kesaksiannya, ia membantah seluruh keterangan yang telah disampaikan oleh saksi lain, termasuk terkait dugaan adanya tiga kali pertemuan penting yang membahas kepentingan akuisisi perusahaan.
Penolakan tersebut dinilai bertolak belakang dengan keterangan sebelumnya yang telah diakui dalam pertimbangan Majelis Hakim.
Sikap Jaksa Penuntut Umum

JPU menilai bahwa tindakan saksi berpotensi merupakan upaya menutupi fakta dan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.
Atas dasar itu, JPU secara tegas:
- Memohon kepada Majelis Hakim untuk menetapkan Irawan Prakoso sebagai tersangka
- Mengacu pada Pasal 291 KUHP (ketentuan baru)
- Dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara
Respons Majelis Hakim
Menanggapi permohonan tersebut, Majelis Hakim menyatakan akan mempertimbangkan dan menindaklanjuti permintaan JPU setelah seluruh proses pemeriksaan terdakwa selesai.
Keputusan ini menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan dan akan ditentukan berdasarkan keseluruhan fakta persidangan.
Ada Potensi Perluasan Kasus
Pihak Kejaksaan menegaskan akan terus mencermati konsistensi keterangan saksi lainnya.
Apabila ditemukan adanya perubahan atau ketidaksesuaian keterangan, potensi jeratan hukum terkait keterangan palsu dapat meluas kepada pihak lain yang terlibat.
Kasus Ini Menjadi Sorotan Publik
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan:
- Proyek strategis di sektor energi nasional
- Dugaan penyimpangan dalam proses akuisisi perusahaan
- Potensi pelanggaran hukum dalam proses peradilan
Selain itu, isu keterangan palsu di bawah sumpah menjadi serius karena dapat mengganggu integritas sistem peradilan.
Ujian Integritas dalam Proses Peradilan
Persidangan ini menjadi momentum penting dalam menguji integritas saksi serta kredibilitas proses hukum dalam perkara korupsi berskala besar.
Penegakan hukum yang tegas terhadap keterangan palsu diharapkan mampu menjaga keadilan substantif serta kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia.
(Red)

