Memuat berita terbaru...  

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.
Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif- Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/ 2026 M."
Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Ade Sukron Ketua DPRD KabupatenBekasi  (2) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. Kepala KCD WIL III  (3) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M. DIDI ROSIDI Ketua MKKS SMAN KabupatenBekasi  (4) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026 M.Ir.Hj.Sri Anarusi,M.P.
Kepala SMAN 1 Setu..  (5) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Rija Sudrajat Kepsek SMPN4 Tamsel  (6) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. WIDJAYANTI Kepsek SMAN 11 KOTA BEKASI  (7) Ucapan Idul Fitri 1447 H 2026. Iim Pitung Kades Sukabudi Kec Sukawangi  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Jayadi Said, SE.
Kepala Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kab.Bekasi  (9) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung (10) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK    

Dinyatakan TBC, Pasien RS Medika Sangatta Dipindahkan ke Ruang Isolasi


Kalimantan Timur, Kutai Timur, SangattaMediarjn.com  Sabtu malam, 13 Desember 2025 Seorang pasien bernama Ibu Hasriani dinyatakan menderita penyakit tuberkulosis (TBC) setelah mendapat penjelasan langsung dari dokter Bakhtiar, Sp.PD, di Rumah Sakit Medika Sangatta. Menyusul hasil tersebut, pihak rumah sakit segera memindahkan pasien dari Ruang Gambir ke Ruang Isolasi Palem 3.

Pemindahan dilakukan sebagai langkah pencegahan guna melindungi pasien lain, mengingat penyakit TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Hal ini disampaikan dokter Bakhtiar kepada pihak keluarga pasien.

Beberapa jam setelah dipindahkan ke ruang isolasi, seorang perawat datang untuk mengantarkan obat yang disebutkan sebagai obat TBC. Selanjutnya, pada waktu subuh, perawat kembali melakukan pengambilan sampel darah menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan perkembangan kondisi TBC yang diderita pasien.

Tak lama berselang, pemeriksaan darah kembali dilakukan menggunakan alat tes untuk mengetahui kadar gula darah pasien sebagai bagian dari pemeriksaan medis lanjutan.

Kurniati, anak dari Ibu Hasriani, mengaku sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dari dokter maupun beberapa perawat terkait riwayat penyakit TBC yang diderita ibunya.

“Saya benar-benar kaget mendengar penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai penyakit TBC ibu saya,” ujar Kurniati kepada Samsul, anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Ia juga menuturkan bahwa petugas medis yang berjaga mengingatkan agar Ibu Hasriani dan keluarga yang mendampingi selalu menggunakan masker. Imbauan tersebut bertujuan untuk mencegah penularan penyakit kepada anggota keluarga lain, termasuk suami dan anak pasien.

Pihak rumah sakit hingga kini terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Ibu Hasriani sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.


(Anto/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *