Memuat berita terbaru...  

 (001) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Cristin Novalia Simanjuntak. SH, MH.
Media Rubrik Jurnal Nusantara - Inspiratif - Inovatif - Kompetitif- Marhaban Ya Ramadhan 1447 H/ 2026 M."
Slider Banner HUT RI 80  
   
 (1) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. BAHRUDIN SE Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi
TETI KARYATI MP.d Ketua TP PKK Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung  (2) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. WALUYO,Kepsek M.Si SMAN 5 KOTA BEKASI (3) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M Unang Permana, S.Pd., M.Pd Kepsek SMPN 2 Tambun Selatan (4) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. Kunpul Sebra Kepala Desa Jejalen Jaya Tambun Utara Umiyati Ketua TP PKK (5) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. PSF. PARULIAN HUTAHAEAN (6) UcapanRamadhan 1447-H/2026-M H. oy utasoit  (7) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Kepsek smpn 4 setu  (8) Ucapan Ramadhan 1447 H 2026 M. Hisar Pardomuan    

Waspada Banjir Susulan, PPWI Imbau Warga di Muara Wahau dan Kombeng Tingkatkan Kesiapsiagaan


KUTAI TIMUR, Mediarjn.com  Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kecamatan Muara Wahau dan Kecamatan Kombeng, sejak beberapa hari terakhir hingga Senin (8/12/2025), meningkatkan potensi terjadinya banjir susulan di sejumlah titik rawan.

Samsul, anggota Pewarta Warga Indonesia (PPWI), mengingatkan seluruh masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai besar agar tetap siaga. Ia menyoroti kondisi Desa Muara Wahau dan Desa Nehas Liah Bing yang berada sangat dekat dengan aliran sungai sehingga berisiko tinggi terdampak luapan air.

“Warga diminta waspada dan tidak lengah. Intensitas hujan masih tinggi, sehingga potensi banjir susulan sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Peringatan serupa disampaikan kepada masyarakat di Kecamatan Kombeng, khususnya warga Desa Miau Baru. Kawasan pemukiman yang padat dan berada di dataran rendah membuat desa tersebut rentan terdampak jika debit sungai meningkat.

Samsul menegaskan agar warga tidak sering turun ke air dan tetap memantau kondisi lingkungan sekitar, mengingat hujan berterusan masih berlangsung hingga hari ini.

“Situasi di Miau Baru sangat dekat dengan sungai besar. Begitu juga di Nehas Liah Bing dan Muara Wahau. Semua harus tetap hati-hati,” tambahnya.

Pihak terkait diharap meningkatkan koordinasi serta langkah antisipatif untuk mengurangi potensi risiko bagi warga.


(Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *