Kepala Dinas Kesehatan Toba dr. Freddi Seventry Sibarani menjadi narasumber seminar kesehatan Indofarma.
Upaya Penguatan Program Asta Cita Pemerintah
Toba, – Mediarjn.com – Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya poin keempat terkait pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, PT Indonesia Farma Tbk (Indofarma) menyelenggarakan seminar kesehatan skala regional di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indofarma untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui edukasi strategis dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Seminar Bertema “Sinergi Daerah untuk Indonesia Sehat”
Seminar kesehatan ini mengusung tema “Sinergi Daerah untuk Indonesia Sehat: Aksi Bersama Lawan TB, Rabies, dan Stunting.”
Isu kesehatan yang diangkat difokuskan pada:
- Penurunan angka stunting,
- Pengendalian Tuberkulosis (TB) pada anak,
- Pencegahan Rabies, yang prevalensinya masih tinggi di wilayah Sumatera Utara.
Kegiatan berlangsung di Labersa Hotel, Jalan Raya Simanindo–Pangururan, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Toba pukul 13.00–16.30 WIB.
Partisipasi Para Pemangku Kepentingan Regional dan Nasional

Seminar ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan perwakilan instansi, meliputi:
- Para kepala daerah di kawasan Danau Toba,
- Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota,
- Pimpinan rumah sakit daerah,
- Akademisi dan tenaga medis berbagai fasilitas kesehatan.
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam memperkuat koordinasi dan menyusun langkah strategis yang efektif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Kadis Kesehatan Toba Menjadi Narasumber Kunci

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut ialah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr. Freddi Seventry Sibarani, M.K.M.
Beliau membawakan materi berjudul “Upaya Penanganan dan Pencegahan dalam Roadmap Dinas Kesehatan terhadap Program Penanganan Rabies.”
Dalam pemaparannya, dr. Freddi menjelaskan strategi jangka pendek hingga jangka panjang yang telah dan akan dilakukan Dinas Kesehatan, termasuk:
- Penguatan surveilans dan pelaporan kasus,
- Edukasi masyarakat pada wilayah rawan,
- Pengoptimalan vaksinasi hewan penular rabies (HPR),
- Peningkatan layanan penanganan gigitan melalui Puskesmas dan RS.
Hadirnya Para Tokoh Nasional
Selain dr. Freddi, sejumlah tokoh kesehatan nasional turut menjadi narasumber, di antaranya:
- Direktur Utama Biofarma, dr. Kamelia, MARS
- Direktur Utama Indofarma, Dr. Ir. Sahat Sihombing
- Ketua Tim Kerja Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Nani
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba
Kehadiran para pemimpin sektor farmasi dan kesehatan publik ini semakin memperkuat bobot akademis serta efektivitas diskusi strategis dalam seminar.
Dialog Interaktif dan Rekomendasi Aksi Lintas Sektor
Seminar menghasilkan berbagai rekomendasi penting, di antaranya:
- Percepatan pencapaian target nasional penurunan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.
- Kolaborasi aktif pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, perusahaan farmasi, dan masyarakat dalam pengendalian TB pada anak.
- Peningkatan mitigasi rabies melalui vaksinasi HPR, edukasi publik, dan respons cepat penanganan kasus gigitan.
- Penyusunan roadmap kesehatan daerah yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.
- Penguatan kapasitas SDM kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan hingga tingkat desa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh sektor secara konsisten dan berkelanjutan.
Harapan Indofarma untuk Indonesia Sehat 2045

Melalui seminar ini, Indofarma menegaskan komitmennya sebagai bagian dari ekosistem industri farmasi nasional yang ingin berkontribusi terhadap Indonesia Emas 2045 melalui:
- Penyediaan produk kesehatan berkualitas,
- Kolaborasi edukatif dengan pemerintah,
- Penguatan literasi kesehatan masyarakat,
- Dukungan terhadap program prioritas nasional di sektor kesehatan.
Indofarma berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting dalam mempercepat cakupan layanan kesehatan yang merata, responsif, dan berorientasi pada masa depan.
(Redaksi)

